JSI dan AJS Sumenep Perkuat Kolaborasi, Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan

Ketua JSI Sumenep, Igusty Madani (kiri), Ketua AJS Sumenep, Faldy Aditya (kanan)

SUMENEP, Detikpost.id – Sejumlah organisasi wartawan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yakni Jurnalis Sumenep Independen (JSI) dan Aliansi Jurnalis Sumekar (AJS) Kabupaten Sumenep memperkuat kolaborasi dan sinergisitas untuk mendorong peningkatan kompetensi para jurnalis melalui agenda program UJi Kompetensi Wartawan (UKW)

Agenda penguatan kompetensi yang akan dilaksanakan pada 15 -16 Oktober 2026 tersebut dinilai penting di tengah perkembangan dunia jurnalistik yang semakin dinamis. Wartawan dituntut mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berintegritas, objektif, berimbang, serta tetap berpedoman pada kode etik dan kaidah jurnalistik.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Ketua JSI, Igusty Madani, dalam agenda ngopi bareng bersama sejumlah wartawan di Kabupaten Sumenep, Rabu (7/10/2026).

Ngopi bareng tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas penguatan profesi sekaligus membangun sinergi antarorganisasi kewartawanan.

Dalam kesempatan tersebut, Igusty yang juga menjadi inisiator kolaborasi antarorganisasi wartawan melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bekerja sama dengan Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO) Surabaya menegaskan bahwa keberadaan organisasi wartawan harus memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.

Baca Juga:  Pelayanan Prima Samsat Jakarta Selatan di Dukung Petugas Yang Profesionalz Handal dan Mumpuni

“Terobosan dalam meningkatkan kompetensi profesi dan literasi mengenai karya jurnalistik yang sesuai kaidah jurnalistik menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan oleh organisasi jurnalis,” kata Igusty.

Menurutnya, UKW menjadi salah satu sarana penting bagi wartawan untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Melalui proses tersebut, wartawan diharapkan semakin memahami mekanisme pembuatan berita yang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan kaidah jurnalistik.

Ia menilai peningkatan kompetensi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis menulis berita, tetapi juga menyangkut pemahaman terhadap etika, akurasi informasi, verifikasi data, serta tanggung jawab wartawan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Maka dari itu, Igusty mendorong organisasi wartawan di Kabupaten Sumenep untuk membangun kolaborasi dalam mengakomodasi kebutuhan anggotanya, khususnya dalam peningkatan kapasitas dan profesionalitas. Menurutnya, penguatan kompetensi akan berdampak terhadap kualitas produk jurnalistik yang dikonsumsi masyarakat.

Selain kompetensi, ia juga menekankan pentingnya memperkuat soliditas dan solidaritas antarorganisasi wartawan. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan yang harmonis dan suasana yang kondusif dalam menjalankan aktivitas jurnalistik di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Taiwan Excellence Happy Run Kembali Meriahkan Jakarta di Tahun ke-10 Penyelenggaraannya

“Kolaborasi antarorganisasi wartawan menjadi upaya efektif dalam menciptakan keharmonisan dalam melaksanakan tugas profesi di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua AJS, Faldy Aditya mengapresiasi inisiasi Ketua JSI dalam mendorong peningkatan kapasitas dan profesinalitas wartawan yang membangun kerja sama dengan memanfaatkan program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO) Surabaya.

” Pengukur kapasitas sebagai insan pers melalui UKW bukan berarti wartawan tidak boleh melaksanakan tugas profesinya, melainkan untuk meningkatkan kemapuannya agar lebih kompeten dalam produk jurnalistiknya,” terangnya.

Selain itu, Faldy juga mendukung dorongan agar organisasi wartawan di Sumenep saling memperkuat dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang berimpiikasi positif agar tercipta keharmonisan di tengah situasi kondisi yang sangat dinamis serta penuh tantangan.

” Masing masing organisasi wartawan harus menjadi wadah bagi anggotanya untuk saling mempersatukan dan menguatkan antarorganisasi,” tegas Faldy.

Kolaborasi JSI dan AJS tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat diwujudkan melalui program konkret, termasuk penguatan kapasitas, literasi jurnalistik dan pelaksanaan UKW. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalitas wartawan sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *