Dinkes P2KB Sumenep Gelar Skrining Sistematis TBC di Desa Bullaan, Sasar Kelompok Berisiko Tinggi

Foto: Kegiatan Skrining Sistematis di Desa Bullaan, Kecamatan Batu Putih

SUMENEP, Detikpost.id – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberculosis (TBC) melalui kegiatan Systematic Screening Tuberculosis (SSTB). Kegiatan tersebut di Balai Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep pada 30 Mei 2026

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, dr. Ellya Fardasah, M.Kes, mengatakan bahwa skrining sistematis ini bertujuan untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin, khususnya pada kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit tersebut.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Sambut 1 Muharram 1448 H, Kadinkes P2KB Sumenep Ajak Umat Islam Tingkatkan Ibadah dan Semangat Kebersamaan

Peserta yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini meliputi terduga penderita TBC, kontak serumah pasien TBC, kontak erat penderita TBC, serta kelompok berisiko seperti penyandang diabetes melitus (DM), HIV, dan kelompok rentan lainnya.

Kegiatan SSTB ini merupakan langkah strategis untuk mendeteksi kasus TBC secara dini pada kelompok berisiko tinggi. Dengan penemuan kasus lebih cepat, pasien dapat segera memperoleh pengobatan sehingga rantai penularan di masyarakat dapat diputus,” ujar dr. Ellya Fardasah.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan Tim STPI, tenaga kesehatan dari Puskesmas, kader kesehatan, serta Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep yang bekerja sama melakukan pemeriksaan dan edukasi kepada masyarakat.

Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan penyuluhan mengenai gejala, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas apabila dinyatakan positif TBC.

Baca Juga:  Patroli Malam Polsek Banda Sakti Sisir Titik Rawan, Cegah Kriminalitas dan Gangguan Kamtibmas

Menurut dr. Ellya, skrining sistematis menjadi salah satu strategi penting pemerintah dalam mendukung program eliminasi TBC. Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan semakin banyak kasus yang dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih efektif.

Kami mengajak masyarakat, khususnya yang memiliki gejala atau pernah melakukan kontak dengan penderita TBC, untuk tidak ragu mengikuti pemeriksaan. Deteksi dini merupakan kunci utama dalam mencegah penyebaran Tuberculosis sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat dioptimalkan untuk menekan penyebaran penderita TBC dengan mendeteksi kasus secara dini. Sekaligus sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memperhatikan kesehatan masyarakat, khususnya kaum rentan beresiko tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *