SUMENEP, Detikpost.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus memperkuat upaya pencegahan penyakit kusta melalui kegiatan kemoprofilaksis kusta di Dusun Galis, Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk memutus mata rantai penularan kusta di masyarakat, khususnya terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan pasien kusta.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., menyampaikan bahwa kemoprofilaksis merupakan salah satu strategi penting dalam pengendalian penyakit kusta melalui edukasi, pemeriksaan kontak, serta pemberian obat pencegahan kepada masyarakat yang berisiko.
“Upaya pencegahan kusta harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pengobatan pasien, tetapi juga dengan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang memiliki kontak dekat agar penularan dapat dicegah sejak awal,” ujar drg. Ellya Fardasah.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap warga yang berada di sekitar tempat tinggal pasien kusta. Sedikitnya 10 rumah yang berada di sekitar pasien menjadi sasaran pemeriksaan, dengan jumlah peserta minimal 20 orang.
Pelaksanaan kemoprofilaksis melibatkan Penanggung Jawab (PJ) Program Kusta bersama tim kesehatan serta Wasor Kusta Kabupaten Sumenep. Tim memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit kusta, cara penularan, pentingnya deteksi dini, hingga upaya menjaga kesehatan lingkungan.
Selain pemeriksaan kontak, warga yang memenuhi kriteria juga diberikan obat pencegahan kusta sebagai bagian dari program pengendalian penyakit tersebut.
Menurut drg. Ellya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanggulangan kusta.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif terhadap penderita kusta dan segera melakukan pemeriksaan apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
“Dengan adanya edukasi dan pemeriksaan kontak secara aktif, kami berharap masyarakat semakin memahami kusta dan tidak takut untuk memeriksakan diri. Penanganan lebih awal akan membantu mencegah kecacatan serta mempercepat upaya eliminasi kusta,” tambahnya.
Dinkes P2KB Sumenep berharap melalui kegiatan kemoprofilaksis ini, penemuan kasus kusta dapat dilakukan lebih cepat sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat.


