Aceh Utara ( DetikPost.id ) jum,at 28-8-2026 — Menyikapi pemberitaan yang menyebutkan proyek P3A di Gampong Ulee Meuria, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, sudah rusak padahal baru rampung, Geuchik Ulee Meuria memberikan bantahan tegas dan menegaskan fakta yang sebenarnya.
Geuchik Ulee Meuria menegaskan bahwa proyek tersebut belum selesai dikerjakan, masih dalam tahap pengerjaan, bahkan belum ada serah terima. Oleh karena itu, pemberitaan yang menyebutkan proyek sudah rusak dianggap terlalu dini dan tidak sesuai fakta.

Sedangkan proyek itu belum selesai dikerjakan, masih dalam pekerjaan dan belum serah terima. Kenapa dinaikkan berita seperti itu? Apakah tidak tahu undang-undang?” kata Pak Geuchik saat dikonfirmasi.
Beliau menjelaskan, kecuali proyek sudah selesai dikerjakan dan tidak lama kemudian sudah rusak, itu baru boleh dinaikkan berita. Tapi ini kondisinya masih dalam pekerjaan, jadi belum bisa dinilai kualitasnya.

Kecuali proyek sudah selesai dikerjakan, tidak lama sudah rusak, itu baru boleh dinaikkan berita. Tapi ini masih dalam pekerjaan,” tegasnya.
Pak Geuchik juga menceritakan bahwa sempat bertanya langsung kepada awak media di lokasi. “Padahal Pak Geuchik sempat bertanya kepada awak media, ‘Bg jadi gimana tu bg?’. Awak Media menjawab, ‘Itu tidak apa-apa’. Lalu setelah dijawab begitu, kok dinaikkan berita seperti itu mencarik kesalahan yang tidak tepat?” ungkapnya dengan keberatan.
Terkait kerusakan yang disebutkan dalam berita sebelumnya, Geuchik kembali menegaskan bahwa itu bukan karena kualitas pekerjaan yang buruk. Kerusakan itu murni terjadi karena mobil pemotong padi yang berulang kali melintas dan naik-turun melewati drainase tersebut.
Itu bukan ambruk karena tidak baik dikerjakan. Tapi rusak karena mobil pemotong padi lewat situ, naik turun lewat satu jalan itu. Nanti setelah motong padi selesai, akan diperbaiki kembali tempat itu. Jadi bukan karena kualitas pekerjaannya yang buruk,” ujarnya.
Beliau juga merasa keberatan dengan pemberitaan yang seakan-akan mencari-cari kesalahan pihak pelaksana, padahal proyek belum selesai dikerjakan.
Saya sudah bilang sama awak media itu, bukan ambruk karena tidak baik dikerjakan. Kenapa dinaikkan berita seperti itu? Nampak kali carik-carik kesalahan orang. Padahal proyeknya belum selesai dan belum serah terima,” ujarnya.
Terkait tuduhan tidak adanya papan informasi proyek di lokasi, Geuchik juga membantah hal tersebut dengan tegas. Ia menegaskan bahwa papan informasi itu ada di lapangan dan terpasang sejak awal.
Papan informasi ada di lapangan. Terpasang sejak awal proyek dimulai. Kami punya bukti, sudah kami foto pakai HP sebelumnya saat papan itu masih ada di lokasi,” jelasnya.
Poin Penjelasan Geuchik Ulee Meuria:
Proyek belum selesai dikerjakan dan masih dalam tahap pengerjaan, belum ada serah terima.
Pemberitaan proyek sudah rusak dianggap belum waktunya, karena pekerjaan belum selesai.
Kecuali sudah selesai dan baru lalu rusak, itu baru boleh diberitakan. Sedangkan ini masih dalam proses.
Sempat bertanya kepada awak media di lokasi, dan media menjawab tidak apa-apa, namun ternyata tetap dinaikkan berita yang berbeda.
Kerusakan sementara terjadi karena mobil pemotong padi melintas, bukan karena kualitas buruk. Setelah panen selesai akan diperbaiki kembali.
Papan informasi ada di lapangan, terpasang sejak awal proyek dimulai. Tersedia foto sebagai bukti.
Meminta keadilan dalam pemberitaan, jangan langsung menyimpulkan kualitas buruk sebelum proyek selesai dan diserahterimakan.


