Aceh, ( DETIK POST.ID ) – Kemarahan warga Aceh meledak hebat karena gangguan jaringan Telkomsel yang tak kunjung berhenti, terutama setiap kali pemadaman listrik PLN terjadi. Padahal saat ini, sebagian wilayah Aceh sedang menghadapi bencana banjir yang semakin parah – membuat jaringan komunikasi bukan cuma kebutuhan biasa, tapi urusan hidup dan mati.
Beberapa pekan terakhir, cerita yang sama terulang berkali-kali: begitu PLN mematikan arus karena beban listrik atau kerusakan akibat banjir, jaringan Telkomsel di wilayah tersebut langsung lumpuh total. Tanpa sinyal telepon dan internet, warga tidak bisa hubungi keluarga yang terpisah akibat banjir, tidak bisa minta bantuan ke petugas penyelamat, bahkan tidak bisa mengakses informasi terbaru tentang lokasi genangan air atau titik bantuan.
Ini udah lewat batas! Sudah 3 kali dua minggu ini mati lampu PLN, dan setiap kali itu sinyal Telkomsel hilang seperti ilusi. Kita lagi banjir, terjebak di rumah, tapi gak bisa nyari tahu kabar keluarga atau minta bantuan. Perusahaan sebesar Telkomsel, yang selalu iklan soal layanan prima, kok gak ada cadangan mesin yang cukup? Harusnya setiap menara punya genset sendiri – bukan cuma bikin omong kosong!” marah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, dengan nada yang penuh kekecewaan.
Menanggapi keluhan yang semakin banyak, Ketua DPD APPI Aceh Utara, Muhammad alias Rimung Buloh, juga mengeluarkan suara yang lebih tegas dan tegas. “Ini bukan masalah kecil atau kesalahan kecil – ini kelalaian yang berbahaya! Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di negeri ini harus memahami: saat bencana, jaringan adalah tulang punggung bantuan. Tidak boleh semata-mata menggantung diri pada pasokan listrik PLN yang jelas-jelas tidak stabil saat banjir. Cadangan mesin itu harus ada, harus terpasang SEKARANG, dan harus berfungsi dengan sempurna!”
Rimung juga menekankan bahwa masyarakat sudah membayar mahal untuk layanan Telkomsel. “Warga tidak cuma bayar bulanan, tapi juga ikut dukung perkembangan perusahaan. Apalagi saat bencana, mereka berhak mendapatkan layanan yang handal dan andal. Jangan sampai Telkomsel terus menyia-nyiakan kepercayaan warga hanya karena malas atau enggan mengeluarkan biaya untuk cadangan – itu adalah pelanggaran terhadap hak masyarakat yang membutuhkan komunikasi!”
Selain itu, Rimung juga mengajak Telkomsel untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari Pemerintah Daerah hingga petugas darurat, untuk memastikan jaringan tetap stabil selama bencana banjir berlangsung. “Jangan tunggu ada yang terluka atau bahkan tewas baru Telkomsel mau bertindak. Waktu sudah sangat sempit!”
Hingga berita ini diturunkan, meskipun keluhan dan desakan semakin keras, pihak Telkomsel masih belum memberikan keterangan resmi apapun. Banyak warga khawatir gangguan jaringan akan terus berlanjut dan membuat situasi semakin parah di tengah bencana.
penulis>>{ kaperwil }















