SUMENEP, Detikpost.id – Persoalan distribusi air bersih Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sumekar atau PDAM Sumenep yang dikeluhkan pelanggan di sejumlah titik, khususnya warga perumahan Paradise mendapat sorotan. Pelayanan yang dinilai tidak lancar dan berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat itu mendorong desakan agar manajemen perusahaan daerah segera melakukan evaluasi.
Sorotan tersebut disampaikan advokat asal Kabupaten Sumenep, H. Nurul Hidayatullah, S.H., yang akrab disapa H. Irul. Ia menilai persoalan distribusi air yang berulang perlu mendapat perhatian serius dari pihak Perumda Sumekar.
Menurut H. Irul kendala pasokan air di sejumlah wilayah menunjukkan perlunya pembenahan manajemen dan tata kelola teknis pendistribusian. Sebab, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi melalui pelayanan yang layak dan berkesinambungan.
“Pihak Perumda Sumekar seharusnya segera mengevaluasi pelayanan dan melakukan langkah nyata. Sebagai pengelola air daerah, perusahaan memiliki tanggung jawab memenuhi kebutuhan masyarakat atau pelanggan,” tegas H. Irul, Kamis (22/10/2026).
Ia mengaku turut merasakan kekecewaan atas distribusi air yang tersendat. Menurutnya, persoalan pelayanan bukan hanya dikeluhkan pelanggan Perumahan Paradise, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, tetapi juga perlu dicermati di titik-titik distribusi lainnya.
H. Irul menekankan, manajemen Perumda Sumekar harus lebih responsif dalam menindaklanjuti laporan pelanggan. Ia meminta perusahaan segera mengidentifikasi penyebab terganggunya pasokan, kemudian menyampaikan langkah penanganan secara terbuka kepada masyarakat.
“Yang terpenting, Perumda Sumekar harus responsif terhadap keluhan pelanggan dan segera menindaklanjuti penyebab distribusi air tidak lancar. Jangan sampai masyarakat terus mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menilai pemerintah daerah perlu menjalankan fungsi pengawasan terhadap badan usaha milik daerah, terutama perusahaan yang menyediakan layanan dasar bagi masyarakat. Evaluasi, menurutnya, diperlukan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Bahkan ia meminta Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengevaluasi kinerja Direktur Utama Perumda Sumekar. Ia menilai berulangnya persoalan distribusi air menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk meninjau efektivitas pengelolaan perusahaan.
“Dirut Perumda Sumekar perlu dievaluasi. Jika persoalan pelayanan yang sama terus terjadi, tentu perlu ada penilaian terhadap kemampuan manajemen dalam menjalankan tanggung jawabnya,” tuturnya.
H. Irul berharap pembenahan pelayanan tersebut sejalan dengan semangat Bismillah Melayani yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Menurutnya, komitmen pelayanan publik harus diwujudkan melalui respons cepat, penanganan yang efektif, serta kepastian pasokan air bagi pelanggan.
Sebelumnya, Detikpost.id telah menghubungi Direktur Utama Perumda Sumekar, Febmi Noerdiansyah, S.AP, melalui pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi terkait keluhan pelanggan di Perumahan Paradise. Warga mengeluhkan distribusi air yang disebut tidak lancar selama kurang lebih sepekan, bahkan dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan Direktur Utama Perumda Sumekar. Konfirmasi dan penjelasan dari pihak perusahaan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan distribusi serta langkah yang akan dilakukan guna mengatasi keluhan pelanggan.










