SRAGEN, Detikpost.id — Kabel jaringan internet atau WiFi yang menjuntai di jalan kembali menjadi sorotan setelah seorang warga menjadi korban. Kabel yang diduga terpasang tidak rapi tersebut mengenai leher seorang pengendara hingga mengalami luka dan nyaris mengenai bagian tenggorokan.
Peristiwa tersebut dialami Sandi (30), warga Kedunguter RT 02, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Kejadian berlangsung pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.15 WIB, ketika Sandi dalam perjalanan pulang setelah dari rumah mertuanya di wilayah Gemolong.
Saat dimintai keterangan oleh Berita Istana melalui sambungan telepon seluler, Sandi mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban kabel jaringan yang membahayakan pengguna jalan.
“Saya punya keluhan terkait kabel WiFi yang ada di Gemolong, Sragen. Kabelnya membahayakan orang yang lewat, dan saya sendiri menjadi korbannya. Terkena leher saya sampai hampir tembus ke tenggorokan,” ujar Sandi.
Menurut Sandi, lokasi kejadian berada di sebuah gang di sebelah timur Gereja Santo Petrus, Jalan Sukowati No. 1, Gemolong, Sragen.
Ia mengaku saat kejadian kondisi jalan cukup gelap sehingga keberadaan kabel yang melintang atau menjuntai tersebut tidak terlihat dengan jelas.
Akibat kejadian itu, bagian leher Sandi mengalami luka. Ia kemudian mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Asyifa, wilayah Soko.
“Saya sudah berobat ke rumah sakit. Leher saya sampai luka,” ungkapnya.
Diduga Ada Beberapa Provider di Tiang
Sandi menjelaskan bahwa pada tiang tempat kabel tersebut berada terdapat beberapa jaringan dari provider berbeda.
“Untuk provider ada tiga sampai empat di tiang tersebut, Pak. Saya belum tahu providernya apa saja,” jelasnya.
Karena belum mengetahui secara pasti provider mana yang memasang kabel tersebut, Sandi berharap pihak terkait melakukan pengecekan dan segera memastikan siapa pemilik jaringan yang membahayakan pengguna jalan.
Ia juga meminta kabel-kabel tersebut segera ditata dan dirapikan agar tidak kembali menimbulkan korban.
“Saya berharap kabelnya dirapikan agar tidak ada korban lagi. Saya juga meminta pemilik provider meminta maaf karena leher saya sampai luka,” tegasnya.
Sandi berharap kejadian yang menimpanya menjadi perhatian serius bagi perusahaan penyedia jaringan internet maupun pihak yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap pemasangan jaringan telekomunikasi.
“Saya mohon kasus ini diangkat agar provider yang bersangkutan bisa berbenah. Di tiang tersebut terdapat beberapa provider WiFi. Semoga tidak ada korban lain,” harapnya.
Warsito: Keselamatan Warga Harus Menjadi Prioritas
Sementara itu, tokoh masyarakat Sragen, Warsito, turut angkat bicara terkait kejadian tersebut. Ia menilai keberadaan kabel jaringan yang sampai membahayakan pengguna jalan harus menjadi perhatian semua pihak.
Menurut Warsito, pemasangan jaringan internet semestinya memperhatikan aspek keselamatan masyarakat, termasuk kerapian kabel, posisi pemasangan, serta aspek perizinan dan tanggung jawab pihak yang memasang jaringan.
“Kalau benar kabel tersebut sampai mengenai leher warga dan menyebabkan luka, tentu ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai menunggu ada korban yang lebih parah baru dilakukan penertiban,” tegas Warsito.
Warsito juga meminta pihak terkait melakukan pengecekan terhadap kabel-kabel yang berada di lokasi kejadian. Terlebih, berdasarkan keterangan korban, terdapat beberapa provider yang menggunakan tiang tersebut.
“Harus jelas siapa pemilik kabelnya, apakah pemasangannya sudah sesuai ketentuan dan bagaimana aspek perizinannya. Kalau ada kabel yang membahayakan masyarakat, harus segera dirapikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perusahaan penyedia layanan internet juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan jaringan yang dipasang tidak membahayakan pengguna jalan.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Jangan hanya mengejar pemasangan jaringan dan pelanggan, tetapi faktor keselamatan di lapangan juga harus diperhatikan,” kata Warsito.
Perlu Klarifikasi Provider dan Pihak Berwenang
Hingga berita ini diturunkan, identitas provider yang diduga memiliki kabel tersebut belum diketahui secara pasti. Korban juga belum dapat memastikan provider mana yang bertanggung jawab karena terdapat beberapa jaringan pada tiang di lokasi kejadian.
Oleh karena itu, diperlukan pengecekan di lokasi untuk mengidentifikasi pemilik masing-masing kabel. Pihak pemerintah daerah maupun instansi yang memiliki kewenangan juga diharapkan dapat melakukan pengawasan terhadap keberadaan jaringan kabel yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Berita Istana akan berupaya meminta klarifikasi kepada pihak provider yang berada di lokasi serta instansi terkait mengenai pemasangan, kepemilikan kabel, aspek keselamatan, dan perizinannya.
Berita ini masih bersifat informasi berdasarkan keterangan korban. Pihak-pihak yang disebut atau nantinya diketahui berkaitan dengan pemasangan kabel tersebut tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan secara berimbang. (iTO)















