Misteri hilangnya mantan satpam SMA pengelola BRILink, korban rugi hampir Rp2 miliar

ACEH UTARA ( DetikPost.id ) – Kasus dugaan penipuan berkedok investasi dan penambahan modal usaha layanan BRILink di kawasan Simpang Surabaya, Keude Geudong, Gampong Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, masih menyisakan teka-teki besar bagi puluhan warga yang menjadi korban. Kasus ini mulai mencuat sejak akhir tahun 2023, dengan total kerugian yang dialami para pemodal mencapai hampir Rp2 miliar rupiah.

 

Terlapor dalam kasus ini adalah anisial ( SZ ), yang diketahui merupakan mantan petugas keamanan (satpam) di SMA Negeri 1 Samudera sekaligus pengelola layanan BRILink di lokasi tersebut. Status dan pekerjaannya sehari-hari membuat dirinya mudah dipercaya oleh warga sekitar.

 

Modus dan Kerugian Besar

 

Para korban mengungkapkan, SZ awalnya mengajak masyarakat untuk menanamkan modal dengan alasan pengembangan serta penambahan dana operasional usaha BRILink yang diklaim sedang berkembang pesat. Karena terlihat usaha berjalan lancar dan pelaku dikenal lama di lingkungan tersebut, banyak warga yang tertarik ikut berpartisipasi.

 

Nilai kerugian yang dialami setiap korban pun bervariasi: ada yang kehilangan dana hingga Rp200 juta, Rp100 juta, Rp50 juta, hingga puluhan juta rupiah. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total kerugian yang diderita warga mencapai hampir Rp2 miliar rupiah.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 14/Todanan Laksanakan Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Bicak

 

Kepercayaan yang Dikhianati

 

Ri, salah satu korban, menyampaikan kekecewaannya yang mendalam. “Saya menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada SZ karena dia sudah lama dikenal di sini, bekerja sebagai satpam dan usahanya juga terlihat berjalan normal. Siapa sangka tiba-tiba dia menghilang begitu saja, membawa uang hasil kerja keras kami selama bertahun-tahun,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, tempat usaha SZ kini sudah tutup total, dan nomor teleponnya tidak lagi bisa dihubungi. Kabar yang beredar menyebut pelaku berada di Selangor, Malaysia, namun hal itu belum dapat dipastikan kebenarannya secara resmi. “Kami hanya mendengar kabar itu dari orang-orang, tapi tidak ada bukti yang jelas. Kami bingung harus meminta pertanggungjawaban ke mana,” tambahnya.

 

Laporan ke Polisi Belum Beri Hasil Nyata

Baca Juga:  Kasdim 0721/Blora Pimpin Upacara Bendera Hari Senin

 

Kasus ini sudah resmi dilaporkan ke kepolisian dengan nomor laporan STTLP/356/Polres Lhokseumawe/Polda Aceh tertanggal 21 Desember 2023. Namun hingga berita ini disusun, para korban mengaku belum mendapatkan perkembangan yang signifikan dari penanganan pihak berwenang.

 

Sebagian korban telah memilih jalur hukum, sementara sebagian lain masih berharap ada itikad baik dari pihak Safrizal untuk menyelesaikan masalah secara damai. Namun harapan itu perlahan memudar seiring hilangnya jejak pelaku.

 

Pesan Penting untuk Masyarakat

 

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi atau penambahan modal usaha. Warga disarankan memastikan adanya perjanjian tertulis yang sah, transparansi pengelolaan dana, serta jaminan hukum yang memadai sebelum menyerahkan uang dalam jumlah besar kepada pihak lain.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak SZ belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan. Seluruh informasi dalam pemberitaan ini masih menunggu pembuktian melalui proses hukum dan tetap mengacu pada asas praduga tak bersalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *