SUMENEP, Detikpost.id – Progres pembangunan jembatan yang menjadi bagian fasilitas Perumahan Royal 2 di Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan sejumlah media. Proyek yang ditujukan sebagai akses mobilitas warga melintasi sungai itu dinilai berpotensi menimbulkan masalah keselamatan, Kamis (16/04/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan oprit atau jalan pendekat jembatan dinilai memiliki konstruksi yang berisiko. Ketinggian segmen masuk dan keluar jembatan disebut terlalu ekstrem, sehingga dikhawatirkan membahayakan masyarakat yang melintas, baik pejalan kaki maupun kendaraan.
Tak hanya itu, pengembang Perumahan Royal 2 juga disorot karena menutup fasilitas umum (fasum) berupa paving di sisi selatan jembatan. Penutupan tersebut berdampak pada terganggunya aktivitas warga yang selama ini memanfaatkan akses tersebut.
Baca Juga: Aktif dan Adaptif di Era Digital, Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional
Saat dikonfirmasi terkait izin penutupan fasum, pengawas lapangan bernama Hanif mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia menegaskan bahwa tugasnya hanya sebatas mengawasi pekerjaan konstruksi jembatan.
” Kalau masalah ijin saya tidak tahu, Mas. Saya hanya mengawasi proses pekerjaan saja,” ungkapnya. Kamis (16/04/2026).
Hanif menjelaskan, penutupan fasum dilakukan sementara selama proses pengerjaan oprit berlangsung. Ia juga mengarahkan awak media untuk mengonfirmasi persoalan administrasi kepada pihak manajemen.
” Mengenai semua administrasi bisa ditanyakan langsung ke Pak Nanang, karena semua administrasi pesannya bisa menanyakan langsung ke kantor atau ke Pak Nanang,” terangnya.
Namun, upaya konfirmasi kepada manajer Perumahan Royal 2, Nanang, belum membuahkan kejelasan. Respons yang diberikan dinilai kurang substantif dan memicu tanda tanya publik terkait transparansi proyek tersebut.
” Saya masih di Surabaya Bang. Saya masih silaturrahmi ke kakak saya,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/04/2026).
Baca Juga: Wabup Sumenep Dorong Inovasi dan Integritas Layanan Pajak Saat Kunjungi KB Samsat
Dalam komunikasi lanjutan, Nanang menyatakan akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah berada di Sumenep.
” Nanti kalau saya sudah ke Sumenep saya kabarin,” jawabnya.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi terkait perizinan penutupan fasilitas umum maupun standar keamanan konstruksi jembatan tersebut. Media Detikpost.id menyatakan akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna menyajikan informasi yang objektif, akurat, dan faktual kepada publik.















