ACEH UTARA ( DETIK POST.ID ) – Warga Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, menangis pilu karena pasokan air PDAM Lhoksukon hanya hidup secara tidak teratur – kadang-kadang tiga hari sekali, bahkan ada yang harus menunggu hingga seminggu sekali. Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa menunggu air hingga pukul 03.30 malam, seperti yang terjadi di Desa Kuala Cangkoi dan sekitarnya.
Menurut informasi yang diterima, terdapat keluhan bahwa air cenderung lebih sering hidup ketika sudah dekat waktu pembayaran tagihan. Namun hal ini menjadi beban besar bagi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya dari musibah banjir yang sangat dahsyat.
Saya sudah berkali-kali menunggu air sampai larut malam, akhirnya menangis karena betul-betul susah. Kita baru saja mengalami banjir yang menghancurkan banyak hal, sekarang malah harus kesusahan lagi untuk mendapatkan air bersih,” ujar salah seorang warga yang tidak disebutkan namanya.
Masyarakat mengaku bahwa kelangkaan air semakin membebani kondisi mereka yang masih dalam proses pemulihan pasca bencana. Kegiatan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan kebutuhan kebersihan sangat terganggu akibat pasokan air yang tidak stabil.
Kami belum pulih dari musibah banjir, rumah dan ladang masih dalam perbaikan. Kenapa harus mengalami kesulitan seperti ini lagi? Kami meminta kepada Bupati Aceh Utara segera memanggil Direktur PDAM Lhoksukon untuk mencari solusi yang jelas,” tambah warga lain.
Dalam kesempatan ini, masyarakat Kecamatan Lapang secara bulat meminta agar Bupati Aceh Utara segera memanggil Direktur PDAM Lhoksukon Aceh Utara untuk membahas dan mencari solusi tuntas terkait kelangkaan pasokan air yang tengah mereka alami.
penulis>{ Rimung }
















