ACEH SABENA ( DETIK POST.ID ) selasa 13 -1-2026 – Ketua DPD APPI Aceh Utara, Muhammad alias Rimung Buloh, murka atas lambatnya penanganan bantuan untuk korban bencana di Aceh yang tertahan di Malaysia. Lebih kurang 600 ton bantuan yang dikumpulkan masyarakat Aceh di Malaysia terkatung-katung hampir sebulan karena masalah izin.
Rimung Buloh menilai pemerintah pusat sengaja mempersulit penyaluran bantuan dan hanya memberikan janji-janji kosong. Bantuan yang mulai dikumpulkan sejak 17 Desember 2025 dan tersebar di 20 titik pengumpulan di Malaysia, terdiri dari berbagai kebutuhan pokok. Ketua Sabena Komuniti Aceh Malaysia, Saiful Bahri alias Bospon, khawatir bantuan tersebut akan membusuk.
Saya sangat marah dengan sikap pemerintah pusat yang selalu berdalih masalah izin! Jangan siksa rakyat Aceh yang sudah menderita karena bencana dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal!” teriak Rimung Buloh dengan nada geram, Senin (12/1/2026).

Rimung Buloh menuding pemerintah pusat hanya omong kosong. “Katanya bantuan asing bisa disalurkan lewat NGO, katanya Mendagri mau sediakan kapal. Mana buktinya? Jangan cuma bisa omong doang!” sentil Rimung Buloh.
Bospon memohon agar pemerintah Pusat segera memberikan izin resmi agar bantuan bisa segera dikirimkan ke Aceh.
Rimung Buloh menegaskan, pemerintah seharusnya mempermudah, bukan mempersulit penyaluran bantuan. “Pemerintah pusat jangan selalu mencari-cari alasan! Rakyat Aceh sudah cukup menderita! Jangan siksa rakyat Aceh!” pungkas Rimung Buloh dengan nada berapi-api.
>>>>>>{ Adi }















