Tegas! KTU RSUD Cut Meutia Larang Pedagang Keliling, Jalaludin: Demi Kenyamanan Pasien

Oplus_131072

Aceh Utara ( DetikPost.id ) – Manajemen RSUD Cut Meutia kembali menegaskan aturan ketat terkait aktivitas jual beli di lingkungan rumah sakit. Seorang pedagang keliling berinisial S, warga Lhokseumawe, kembali dilarang berjualan di area rumah sakit karena dinilai mengganggu kenyamanan pasien dan pengunjung.

Padahal sebelumnya, diketahui bahwa S sudah pernah membuat surat perjanjian untuk tidak lagi berjualan di area rumah sakit. Namun, pelanggaran kembali terjadi di mana S tetap nekat menjual berbagai macam makanan.

Melihat hal tersebut, petugas Satpam kembali bertindak tegas melarang aktivitas jualan tersebut. Menurut aturan yang berlaku, pedagang tidak diperbolehkan berjualan keliling, kecuali mereka menempati kios atau kantin resmi yang sudah disediakan oleh pihak manajemen.

Suami Datang Memohon ke KTU

Setelah dilarang oleh petugas keamanan, suami dari S diketahui langsung menemui pejabat terkait, yaitu Jalaludin, SKM., MKes, yang menjabat sebagai Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Cut Meutia, untuk memohon agar istrinya tetap diizinkan berjualan keliling.

Namun, permohonan tersebut mendapat jawaban tegas dan bijak dari Jalaludin, SKM., MKes. Ia menegaskan bahwa larangan tersebut demi ketertiban dan kenyamanan bersama.

Baca Juga:  Bantuan 500 Ton untuk Aceh Tertahan Lebih Sebulan, Bos Pon Ancamo Demo - Rimung Buloh: "Jangan Undang Konflik Jika Tak Mau Keluarkan Izin"

Tetap tidak bisa. Tidak ada yang boleh berjualan keliling di dalam RSUD Cut Meutia, kecuali yang sudah berjualan di kantin resmi yang sudah disediakan. Selain itu, tidak boleh,” tegas Jalaludin, SKM., MKes dengan tegas.

Lebih jauh, KTU menjelaskan alasan mendasar di balik kebijakan tersebut. Menurutnya, rumah sakit adalah tempat penyembuhan yang harus dijaga ketenangannya. Selain itu, kondisi ekonomi pengunjung pun menjadi pertimbangan.

Ini demi menjaga kenyamanan pasien dan keluarga. Ingat, belum tentu semua orang yang datang ke rumah sakit itu membawa uang atau dalam keadaan mampu. Kalau kita izinkan pedagang keliling mondar-mandir menawarkan barang, itu bisa mengganggu dan membebani psikologis orang yang sedang sakit atau yang menjenguk,” tambahnya.

Jawaban tegas ini menandakan komitmen manajemen RSUD Cut Meutia di bawah pimpinan Jalaludin, SKM., MKes untuk terus menciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *