PLT Badan Dayah Aceh Timur Minta Maaf Terkait Spanduk Hari Santri Tanpa Foto Wakil Bupati

ACEH TIMUR ( DETIK POST.ID ) – Polemik hilangnya foto Wakil Bupati Aceh Timur dalam spanduk resmi peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 akhirnya mendapat tanggapan langsung dari pihak penyelenggara.

 

Plt Kepala Dinas Badan Dayah Aceh Timur, Saiful Nahar, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur dan seluruh masyarakat atas kekeliruan tersebut.

 

Dalam pernyataannya kepada media, Saiful mengakui bahwa kejadian itu murni merupakan keteledoran internal panitia dan tidak ada unsur kesengajaan untuk menyingkirkan pihak mana pun dari atribut resmi kegiatan.

 

Kami menyadari bahwa hal ini telah menimbulkan kesalahpahaman dan kekecewaan di tengah masyarakat. Dengan penuh kerendahan hati, kami meminta maaf kepada Wakil Bupati, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, serta seluruh masyarakat atas kekhilafan ini,” ujar Saiful, Rabu (22/10/2025).

 

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan yang melibatkan simbol dan atribut pejabat daerah.

Baca Juga:  Ramai Isu Tanah Kosong Selama 2 Tahun Diambil Negara, Dirjen PPTR Sebut Kriteria Penetapan Objek Penertiban Tanah Telantar SHM Berbeda dengan SHGU dan SHGB

 

Kami bertanggung jawab penuh atas kekeliruan ini, dan ke depan kami akan lebih teliti serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam setiap kegiatan resmi pemerintah,” tambahnya.

 

Sebelumnya, masyarakat Aceh Timur sempat dihebohkan dengan spanduk resmi Hari Santri Nasional yang tidak menampilkan foto dan nama Wakil Bupati Aceh Timur, meski yang bersangkutan turut hadir dalam upacara peringatan di Lapangan Pemkab Aceh Timur.

 

Kejadian tersebut menimbulkan sorotan publik dan dianggap mencederai nilai kebersamaan serta etika pemerintahan. Namun, dengan adanya klarifikasi dan permintaan maaf resmi dari PLT Badan Dayah, masyarakat diharapkan dapat kembali melihat persoalan ini secara positif.

 

Kami berharap masyarakat dapat memahami dan memaafkan kekhilafan kami. Insya Allah, kami akan jadikan ini pelajaran penting untuk bekerja lebih baik ke depan,” tutup Saiful.

 

penulis>>{ RIMUNG }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *