Penggiat Sosial Bersatu, Bangun Rumah untuk Enam Anak Yatim Keluarga Mualaf di Aceh Utara

ACEH UTARA – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan sejumlah penggiat sosial dan para donatur dengan memulai pembangunan rumah bagi Ainsyah, seorang mualaf yang mengasuh enam anak yatim di Gampong Paya Terbang, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (28/10/2026).

Peletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut dihadiri Gemantara Aceh Utara, BMU (Abiya Jenieb), Akmal Daud, serta sejumlah donatur dan pihak lainnya. Sebelumnya, Ainsyah bersama keenam anak yatim tersebut tinggal di rumah sewa.

Ketua Gemantara Aceh Utara, Iskandar, S.Kom., MSM, mengaku terharu melihat kebersamaan berbagai pihak dalam mewujudkan harapan keluarga tersebut untuk memiliki rumah sendiri.

Baca Juga:  Peduli Kemanusiaan, Polres Aceh Tengah Gelar Donor Darah pada Hari Jadi ke-75 Humas Polri

Ia mengapresiasi kepedulian para penggiat sosial dan donatur yang telah bergotong royong membantu keluarga itu agar dapat tinggal di rumah yang lebih layak.

Sementara itu, Abiya Jenieb juga menyampaikan rasa haru atas kepedulian dan kebersamaan semua pihak. Ia berharap para donatur senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan agar terus dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Abiya Jenieb turut menyampaikan rencana untuk membawa dua anak yatim tersebut ke dayah yang diasuhnya agar mendapatkan pendidikan agama.

Di sisi lain, Akmal Daud mengatakan donasi yang dihimpun berhasil digunakan untuk membeli tanah sebagai lokasi pembangunan rumah bagi keluarga Ainsyah.

Baca Juga:  KP2KKN dan Koalisi Sipil Selidiki Dugaan Transaksi Jabatan dan Rangkap Jabatan di Lingkungan Pemkab Demak 

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh warganet dan donatur yang telah mempercayakan sumbangannya untuk membantu keluarga tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menitipkan donasi. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan dan melimpahkan keberkahan kepada para donatur,” ungkapnya.

Pembangunan rumah ini menjadi wujud nyata kepedulian dan gotong royong masyarakat dalam membantu keluarga yang membutuhkan, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi Ainsyah dan keenam anak yatim yang diasuhnya, tutup (BUD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *