ACEH TIMUR ( DETIK POST.ID ) – Kekecewaan mendalam dirasakan oleh warga Aceh Timur terhadap kualitas layanan jasa pengiriman TIKI di wilayah Aceh. Paket yang seharusnya sudah diterima, hingga kini tak kunjung sampai meski sudah memakan waktu hampir sepuluh hari. Pihak pengelola pun dinilai tidak profesional dan memberikan informasi yang berbelit-belit.
Razali, atau yang akrab disapa Nyakli Maop, selaku penerima paket, mengungkapkan bahwa keterlambatan ini sangat merugikan konsumen.
Padahal, pihak pengirim dari Osaka, Jakarta, telah mengonfirmasi bahwa barang sudah dikirimkan sejak jauh hari. Masalah justru muncul ketika paket memasuki wilayah Aceh.
Kronologi dan Informasi yang Berbelit
Nyakli Maop menjelaskan bahwa dirinya telah berulang kali mencoba menghubungi pihak TIKI Banda Aceh melalui layanan WhatsApp untuk menanyakan status keberadaan paketnya, namun hasilnya nihil.
Saat pertama menelpon, mereka menjawab barang sudah dikirim sejak tanggal 11. Namun, menjelang tiga hari kemudian, paket belum juga sampai. Saya hubungi lagi, dan petugas hanya memberi jawaban normatif bahwa paket sudah di vendor dan sedang dicek kembali,” ujar Razali kepada media, Sabtu (17/1/2026).
Ia menilai jawaban “sudah di vendor” tanpa kepastian lokasi barang adalah bentuk pengabaian tanggung jawab. Menurutnya, tidak adanya transparansi mengenai status pengiriman membuat konsumen merasa dipermainkan.
Razali meminta instansi terkait untuk turun tangan mengevaluasi standar pelayanan jasa pengiriman TIKI di Aceh. Ia menegaskan bahwa kerugian masyarakat bukan hanya soal materi, melainkan juga waktu dan kepercayaan.
Kami meminta dinas terkait untuk menertibkan jasa pengiriman TIKI Aceh yang telah menyampingkan kewajibannya. Kami juga meminta Gubernur Aceh untuk meninjau kembali, dan jika perlu, mencabut izin operasinya jika terus bekerja secara tidak profesional,” tegas Nyakli Maop.
Ia juga memperingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jasa pengiriman agar tidak mengalami nasib serupa. “Jangan sampai masyarakat hanya menjadi korban ‘bola pingpong’ saat paket mereka tidak sampai,” tambahnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media melalui nomor layanan pelanggan di 085x-6061-78xx, pihak TIKI Banda Aceh membenarkan bahwa paket atas nama Razali (Nyakli Maop) telah tiba di Banda Aceh sejak tanggal 10.
Paket sudah berangkat dan sudah kita arahkan ke vendor untuk segera diantarkan ke alamat,” tulis pihak TIKI melalui pesan WhatsApp.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, paket tersebut dilaporkan masih belum diterima oleh pemiliknya di Aceh Timur.
>>>>>{ RIMUNG }

















