ACEH UTARA, ( DETIK POST.ID ) 12 MARET 2026 – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad alias Rimung Buloh, mengeluarkan ancaman yang sangat keras terkait penanganan korban banjir di daerahnya.
Masih banyak pengungsi yang menangis karena tinggal seminggu lagi udah lebaran tapi mereka belum punya tempat tinggal yang layak. Saya tegaskan – sebelum hari raya tiba, semua rumah hunian sementara (huntara) harus sudah siap untuk diberikan kepada pengungsi banjir! Jangan main-main dengan masyarakat kami di Aceh!” ujarnya dengan nada yang sangat tegas dan penuh kemarahan.
Menurut dia, kelambanan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membuat kondisi semakin memprihatinkan. “Semua masalah yang terjadi sekarang, 100% karena lambatnya tanggapan dan tindakan dari BNPB! Tidak ada alasan apa pun untuk kerjaannya yang selemah ini, apalagi tinggal seminggu lagi udah lebaran!”
Dia menegaskan bahwa setiap pengungsi harus mendapatkan bantuan sebelum hari raya. “Kalau ada kejadian apa pun yang muncul di daerah kita, harus langsung diatasi oleh BNPB! Tidak boleh ada lagi kelambanan atau mencari keuntungan dari anggaran bencana! Saya sudah bilang – tinggal seminggu lagi udah lebaran, semua huntara harus siap untuk pengungsi banjir, jangan sampai kita harus mengambil langkah yang lebih keras!”
Jangan cari-cari alasan atau kerja lambat! Tidak ada tempat untuk bermain-main atau mengambil keuntungan dari musibah rakyat Aceh! Tinggal seminggu lagi udah lebaran, mereka layak merayakannya dengan layak!” pungkasnya.
Saat dikonfirmasi dengan pihak terkait di Kabupaten Kota Lhokseumawe, ditemukan bahwa semua kelambanan yang terjadi disebabkan oleh BNPB. Salah satu penyebabnya adalah anggaran yang lambat dibayarkan oleh BNPB kepada pengurus di Kabupaten Kota. Padahal, dari sisi persiapan sudah siap, hanya saja belum dibayar. “Emangnya dibawa kemana anggaran bencana banjir? Ingat, Ketua APPI tidak akan diam dalam kasus ini!” tegas Rimung Buloh.
Penulis>{ kaperwil }

