Oleh: Hasyim Khafani, SH (Peserta LK-III Jatim)
Detikpost.id – Mendekonstruksi Model Ekonomi Linier Ekstraktif Menuju Industrialisasi Berkelanjutan. Model ekonomi kita hari ini ialah Ambil – Buat – Buang. Ambil nikel dari tanah, buat baterai, buang limbahnya ke laut. Ini namanya Ekonomi Linier Ekstraktif.
Hasilnya sumber daya habis, sampah menumpuk, iklim rusak. Solusinya bukan “kurangi produksi”. Solusinya ganti arsitektur, dari Ekonomi Sirkular menuju Green Economy. Logika barunya Limbah adalah bahan baku. Polusi adalah biaya. Alam adalah mitra, bukan tambang.
Teori Ekonomi Sirkular – Ellen MacArthur Foundation, Ekonomi Sirkular punya 3 prinsip, yaitu; 1. Hilangkan limbah & polusi, 2. Sirkulasikan produk dan Danmaterial, 3. Regenerasi alam. Tujuannya memisahkan pertumbuhan ekonomi dari konsumsi sumber daya.
Teori Green Economy – UNEP, Green Economy merupakan ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan.
Indikatornya ialah investasi di energi bersih, pertanian rendah karbon, dan pekerjaan hijau.
Teori Decoupling – Tim Jackson, Pertumbuhan tidak harus bersamaan dengan kerusakan. Ada “Relative Decoupling” dan “Absolute Decoupling”. Ekonomi Sirkular mengejar absolute decoupling; GDP naik, jejak material turun.
*Perspektif Islam: Al-Iqtisad dan Larangan Israf. “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan”. Israf merupakan pemborosan, inti dari ekonomi linier. Sirkular merupakan hemat, mendaur ulang, memuliakan nikmat – implementasi syariah.
Pergeseran Dari Linier ke Sirkular. Aspek Ekonomi Linier Ekstrakti, Ekonomi Sirkular dan Green Economy.
1. Bahan Baku. Ambil baru terus tambang, tebang, bor Gunakan kembali, daur ulang, biomaterial, produk-as-a-service.
2. Desain Industri. Desain untuk 1 kali pakai, cepat rusak, Desain untuk awet, bisa diperbaiki, bisa dibongkar pasang.
3. Ukuran Sukses, PDB & volume produksi Wellbeing, lapangan kerja hijau, dan pemulihan ekosistem
Contoh Industri baterai EV tidak cukup “hilirisasi nikel”. Harus ada “hilirisasi baterai bekas” – pabrik daur ulang, second life, dan Extended Producer Responsibility.
Industrialisasi berkelanjutan bukan tentang membangun lebih banyak pabrik, tapi tentang membangun pabrik yang tidak membuat bumi sakit.
Ekonomi Sirkular memutus rantai “ekstraksi”. Green Economy memastikan keuntungan itu adil dan hijau. Gabung keduanya membuat kita tidak lagi memilih antara “kerja” atau “lingkungan”. Kita bisa dapat keduanya.
Karena negara maju di 2050 bukan yang paling banyak menambang, tapi yang paling jago mendaur ulang.


