ACEH UTARA, ( DETIK POST.ID ) – Ketua DPD APPI Aceh Utara, Muhammad alias Rimung Buloh, mengecam keras kinerja puskesmas yang dinilai lamban dan kurang tanggap dalam menangani korban banjir. Ia bahkan mengeluarkan ultimatum agar seluruh puskesmas segera turun langsung ke desa-desa yang terendam banjir, setelah laporan di lapangan menunjukkan sudah 12 hari bencana berlangsung tapi masih banyak daerah yang belum tersentuh bantuan kesehatan.
Tidak ada alasan! Ini perintah! Situasi kesehatan masyarakat sudah kritis, jangan diam saja! Sudah 12 hari banjir, tapi laporan yang masuk, masih banyak desa yang belum mendapatkan bantuan obat-obatan dan pemeriksaan dari puskesmas!” tegas Rimung Buloh dengan nada yang tak bisa dinegosiasikan.
Data di lapangan menunjukkan lonjakan kasus penyakit akibat banjir, mulai dari infeksi kulit, demam, diare, hingga berbagai jenis infeksi lainnya – semua disebabkan oleh air banjir yang terkontaminasi kotoran dan mikroba berbahaya. Banyak warga terperangkap dan kesulitan mengakses layanan kesehatan karena sudah kehilangan kendaraan atau jalan yang tergenang.
Tidak bisa lagi menunggu warga datang! Itu tindakan bodoh dan tidak berperikemanusiaan! Puskesmas jangan lembek! Harus jemput bola, bukan bersembunyi di balik protokol! Tidak ada alasan yang bisa diterima – apalagi sudah 12 hari! Jangan sampai ada warga yang meninggal dunia karena terlambat mendapatkan pertolongan medis!” seru dia.
Rimung Buloh mengingatkan bahwa keterlambatan pelayanan bisa berakibat fatal. “Banjir sudah merenggut rumah dan harta benda mereka! Sudah cukup penderitaan itu – jangan biarkan penyakit merenggut nyawa mereka! Puskesmas harus mobilisasi seluruh tenaga medis, perawat, dan peralatan esensial! Segera distribusikan obat-obatan dan lakukan pemeriksaan ke desa-desa yang belum terjangkau! Lindungi warga sekarang!”
Ia juga meminta Dinas Kesehatan untuk mengawasi dan menindak tegas kepala puskesmas yang tidak becus. “Jangan ada pembiaran! Jika terbukti mangkir atau lalai, apalagi sudah 12 hari tanpa tindakan, berikan sanksi seberat-beratnya! Nyawa warga lebih berharga daripada jabatan!”
Rimung Buloh menyerukan kepada seluruh pewarta di Aceh untuk terus mengawal dan mengawasi pelaksanaan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak banjir. “Kita adalah mata dan suara masyarakat – pastikan setiap kelalaian terungkap dan warga mendapatkan haknya atas perawatan yang cepat dan tepat!” tutupnya.;
penulis>>{ Kaperwil }















