BUMDes Karya Mandiri Desa Kaliwedi Sragen Jadi Referensi BUMDes se-Indonesia, BUMDes Sari Agung Sarirejo Grobogan: Ingin Belajar dari Desa Kaliwedi Sragen

Sragen, Jawa Tengah – Selasa, 08 Juli 2025, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, menjadi salah satu desa terbaik Program Inovasi Ketahanan Pangan se jawa tengah bahkan sampai tingkat nasional. Dan sempat mendapatkan prestasi yang membanggakan yang masuk dalam finalis Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Tingkat Nasional kategori desa.

 

“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kemandirian desa Kaliwedi yang mampu tumbuh dan bersaing secara nasional.

 

Desa Kaliwedi sempat menjadi salah satu dari tiga desa terbaik di Jawa Tengah yang mengikuti tahapan klarifikasi lapangan dalam lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 pada tanggal 24 Juni 2025. Selain Desa Kaliwedi, dua desa lainnya yang masuk tiga besar adalah Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap dan Desa Lebak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.

>“Kini, Desa Kaliwedi berhasil menjadi prototype bagi pengembangan desa-desa di sragen bahkan bisa seluruh Indonesia, yang menjadi harapan kita bahwa dari desalah menjadi tulang punggung bagi lompatan kemajuan kesejahteraan masyarakat kita bisa tercapai.

 

Salah satunya BUMDes Sari Agung Desa Sarirejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan yang ingin belajar dari Desa Kaliwedi, Karena BUMDes Karya Mandiri Desa Kaliwedi bisa menjadi referensi buat BUMDes yang lainya.

Baca Juga:  Peringati HUT Satpam ke-45, Polres Lhokseumawe Gelar Ziarah ke TMP Blang Panyang

 

Terbukti Desa Kaliwedi yang dulu termasuk Desa tertinggal di pelosok Kecamatan Gondang itu kini mampu bertrasformasi hingga mampu meraih juara pertama tingkat Nasional dalam ajang Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Kategori Desa. Sehingga menambah panjang catatan prestasi yang mampu di raih oleh Desa Kaliwedi.

Transformasi menakjubkan ini tentunya tidak lepas dari kepemimpinan Kepala Desa Daryono, yang sejak dari tahun 2016 membuat gebrakan perubahan nyata. Dari pembangunan sumur dalam, pembangunan sektor pertanian terpadu, hingga pemanfaatan teknologi internet. Semua itu dilakukan demi kemandirian pangan dan ekonomi warga Desa Kaliwedi.

 

>“Lebih lanjut, Kepala Desa Kaliwedi, Daryono, memaparkan perjalanan desanya dari status tertinggal menjadi desa mandiri. Dengan luas lahan pertanian sawah 259 hektar, Desa Kaliwedi yang dulunya memiliki 836 dari 1.300 KK miskin, kini berangsur membaik.

 

Inovasi yang dimulai sejak tahun 2016 lalu dengan pembangunan sumur dalam. Saat ini, sudah ada 108 sumur dalam yang mendukung pertanian, sehingga saat desa lain mengalami krisis pangan pada 2022, Kaliwedi justru memiliki ketahanan pangan yang kuat. Bahkan dengan lahan yang ada, produksi beras bisa mencapai peningkatan signifikan.

Baca Juga:  Patroli Dialogis di Pasar Inpres, Polsek Banda Sakti Antisipasi Gangguan Kamtibmas

“Daryono, juga menjelaskan berbagai inovasi lain, termasuk kolaborasi dengan BUMDes dan koperasi untuk mengolah potensi hasil pertanian. Seperti pengembangan domba kualitas super, peternakan ayam petelur terintegrasi dengan kolam lele yang airnya dialirkan ke kebun kelengkeng, serta pengembangan lima greenhouse melon. Desa ini juga memiliki pemancingan nila yang mendukung agrowisata.

Sedangkan untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) aktif mendorong pemuda menjadi petani milenial, membuka lapangan kerja baru bagi warga yang sebelumnya memilih merantau. Selain itu, budidaya lumbung pangan lestari juga dilakukan untuk menyerap produk panen warga.

 

Prestasi itulah yang selanjutnya membuat desa-desa lain se jawa tengah bahkan ada yang dari luar Jateng terinspirasi dan ingin belajar dan bereferensi ke BUMDes KARYA MANDIRI Desa Kaliwedi, termasuk BUMDes SARI AGUNG Desa Sarirejo Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan.

 

Jian

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *