Jalan Penghubung Gondang-Banaran Rusak Parah, Pemda dan Dinas PU Terkesan Tutup Mata!

Sragen, Jawa Tengah – Kondisi jalan penghubung antara Desa Gondang dan Banaran (tepatnya di wilayah Desa Gringging) Kec. Sambungmacan Kab. Sragen kian memprihatinkan. Jalan utama yang seharusnya menjadi akses vital warga untuk beraktivitas ini kini rusak parah, berlubang di sana-sini, dan rawan membahayakan pengguna jalan.

 

Kerusakan jalan sudah terjadi selama lebih dari satu tahun, namun hanya ditangani secara tambal sulam dan terkesan asal asalan sehingga tidak bertahan lama. Di musim hujan, lubang-lubang di jalan bahkan berubah menjadi kubangan yang sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Beberapa pengendara dikabarkan terjatuh dan mengalami patah tulang akibat kondisi jalan yang licin dan tidak rata. Selain itu tidak adanya penerangan di malam hari serta kerusakan jalan yang cukup parah memicu sering terjadinya kecelakaan.

Baca Juga:  Pangkoopsud II Sambut Kehadiran Panglima TNI dan Kasad di Lanud Iswahjudi

 

“Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah (PEMDA) maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

 

Ironisnya, jalan tersebut tidak hanya menjadi penghubung dua desa dan dua kecamatan, tapi juga menjadi akses penting ke pasar tradisional, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Banyak pelajar dan pedagang yang harus menempuh perjalanan dengan resiko tinggi setiap hari.

 

“saya lihat langsung kondisi dilapangan, dan kondisinya parah banget. Ini bukan cuma soal jalan rusak, tapi juga soal keadilan. Warga di desa juga berhak dapat fasilitas insfratruktur yang layak. Yang lewat bukan cuma orang dewasa, anak-anak sekolah juga. Kalau ada korban jiwa siapa yang mau tanggung jawab?

Baca Juga:  Satgas Pangan Polres Sragen Cek Harga dan Stok Bapokting, Ketersediaan Dipastikan Aman hingga Lebaran

 

Pemerintah Daerah dan Dinas PU jangan pura-pura nggak tahu, Setiap hari warga lewat jalan ini dengan risiko jatuh, terluka, bahkan kehilangan mata pencaharian. Kalau pemerintah tetap diam, artinya mereka abai terhadap hak dasar rakyat, “Ujar S.Widodo, seorang Aktivis Sosial.

 

Kondisi ini menjadi cerminan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan di tingkat bawah. Harapan masyarakat kini hanya satu agar jalan Gondang-Banaran segera diperbaiki sebelum lebih banyak lagi korban yang berjatuhan.

 

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait, sehingga awak media akan tetap berusaha mengkonfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna tindak lanjut serta penyajian berita berikutnya.

Bersambung….

 

Jian

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *