Rimung Buloh Ketua APPI Aceh Utara Kecam Keras Pungli Bantuan Banjir: Siapapun Pelakunya Saya Seret ke Jalur Hukum

ACEH UTARA, Detikpost.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Kabupaten Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, mengecam keras dugaan pungutan liar pada penyaluran bantuan korban banjir di Kecamatan Murah Mulia, Kabupaten Aceh Utara.

Rimung Buloh menerima laporan dari beberapa Kepala Desa di Kecamatan Murah Mulia. Kepala Desa melaporkan, banjir terjadi pada 26 November 2025, dan baru saat ini masyarakat menerima bantuan — sudah hampir setahun, sudah 10 bulan berlalu. Warga diberitahu akan menerima bantuan sebesar Rp3 juta. Namun menurut laporan Kepala Desa, dipotong nanti waktu ditarik di Kantor Pos — diduga ada oknum yang meminta jatah, ada yang dipotong Rp1 juta, ada juga yang Rp500 ribu.

Terkait hal itu, Rimung Buloh telah melakukan konfirmasi langsung kepada Camat Murah Mulia. Melalui percakapan telepon WhatsApp, Camat menyatakan tidak pernah menginstruksikan pemotongan maupun pengambilan jatah dari bantuan tersebut.

Baca Juga:  Relawan Prabowo dan LSM LIRA Usulkan Ryano Panjaitan Jadi Menpora

Saya sudah konfirmasi kepada Bapak Camat Murah Mulia. Beliau mengatakan tidak menyuruh siapa pun untuk mengambil jatah atau melakukan pemotongan itu. Beliau berkata: ‘Itu tidak saya suruh, saya tidak tahu-menahu soal itu’,” ungkap Rimung Buloh menyampaikan keterangan Camat.

Saya kecam keras! Jangan lakukan pungli terhadap bantuan orang yang tertimpa musibah. Sudah 10 bulan berlalu, baru sekarang warga menerima haknya, malah dipotong. Siapapun oknum yang memotong atau mengambil uang tersebut, saya siap melaporkannya ke jalur hukum. Insya Allah saya tidak takut dengan siapapun,” tegas Rimung Buloh.

Ia menegaskan semua warga berhak menerima bantuan, meskipun penyalurannya terlambat dan bertahap. Semua sama-sama merasakan susah dan sedih akibat bencana. Tidak ada alasan sedikit pun untuk memotong hak orang yang sudah menderita sekian lama.

Baca Juga:  Doa Lintas Agama Polri Untuk Negeri Bersama K.H. Ahmad Anwar Zahid Meriahkan HUT Bhayangkara ke-79 Polres Wonogiri

Jangan jadi pengkhianat yang merampas hak sesama warga yang tertimpa musibah. Sudah hampir setahun mereka menunggu, untuk apa hak orang miskin dipotong? Itu hak masing-masing mereka,” ucapnya.

Rimung Buloh menghimbau seluruh masyarakat: jika ada yang meminta jatah atau memotong uang bantuan, jangan diberikan. Jika dipaksa, segera rekam dengan ponsel untuk dijadikan bukti, lalu serahkan kepada kami agar bisa diproses hukum.

Jangan jadikan diri kalian preman yang menindas warga miskin korban bencana. Saya tidak takut dengan siapapun yang melakukan pungli terhadap uang bantuan banjir maupun bantuan perabot,” pungkas Rimung Buloh.

APPI Aceh Utara akan terus memantau kasus ini hingga tuntas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *