Kunjungan Kerja Tim Laksana di Sengrong Boyolali, Bahas Inovasi, Kualitas dan Pengembangan Industri Bus

BOYOLALI, JATENG — Kunjungan kerja tim dilakukan di wilayah Sengrong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, sinergi, sekaligus membahas perkembangan industri karoseri dan produksi bus di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, sekitar enam orang dari tim Laksana hadir untuk melakukan pertemuan dan berdiskusi terkait berbagai aspek produksi, pengembangan produk, kualitas, hingga peluang pengembangan pasar.

Bacaan Lainnya

PT Laksana Bus Manufaktur sendiri beralamat di Jalan Raya Ungaran Km 24, RW 9, Setiggen, Karangjati, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan profesionalisme. Sejumlah hal strategis dibahas, terutama mengenai pentingnya inovasi dalam menghadapi perkembangan teknologi transportasi serta tuntutan konsumen terhadap kendaraan yang aman, nyaman, efisien, dan memiliki desain yang modern.

Kusririn selaku Manager R&D (Research and Development) atau riset dan pengembangan produk Laksana menyampaikan bahwa industri bus membutuhkan inovasi yang berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan produk tidak hanya berkaitan dengan tampilan atau desain kendaraan, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan, kenyamanan penumpang, efisiensi, teknologi, serta kemampuan kendaraan dalam menjawab kebutuhan transportasi masa kini.

“Pengembangan bus harus dilakukan secara berkelanjutan. Setiap produk harus mampu menjawab kebutuhan pengguna, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, efisiensi maupun desain. Riset dan inovasi menjadi bagian penting agar industri bus Indonesia mampu terus berkembang dan memiliki daya saing,” ujar Kusririn.

Ia menambahkan, perkembangan industri otomotif menuntut perusahaan untuk terus membaca perubahan kebutuhan pasar. Karena itu, riset dan pengembangan menjadi salah satu fondasi dalam menciptakan produk yang berkualitas dan kompetitif.

Sementara itu, Dwi Setiawan selaku staf MCI (Management Continuous Improvement) Laksana menyampaikan bahwa perusahaan juga memiliki program pengenalan industri kepada kalangan pelajar dan mahasiswa.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan dunia industri, khususnya bagi siswa maupun mahasiswa yang mengambil bidang teknik.

Baca Juga:  Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran

“Laksana memiliki program untuk mengenalkan dunia industri kepada siswa maupun mahasiswa, khususnya yang mengambil jurusan teknik. Kami ingin memberikan gambaran secara langsung mengenai bagaimana proses produksi dan pengembangan kendaraan dilakukan di dunia industri,” jelas Dwi.

Selain program edukasi, Laksana juga menyiapkan armada yang dapat digunakan untuk kegiatan study tour. Menurutnya, kegiatan kunjungan industri dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta sehingga mereka tidak hanya mendapatkan teori di bangku pendidikan, tetapi juga memahami penerapannya di lapangan.

Agus Susanto selaku Quality Control Laksana mengatakan, kualitas merupakan salah satu aspek utama yang harus terus dipertahankan dalam setiap proses produksi.

Ia berharap Laksana semakin sukses dan mampu meningkatkan jumlah pesanan, termasuk memperluas pasar internasional.

“Harapan kami Laksana semakin sukses dan semakin banyak mendapatkan order. Kami juga terus mendorong agar produk-produk Laksana semakin dikenal di pasar internasional. Pengembangan pasar ekspor menjadi salah satu sasaran yang ingin terus diperkuat,” kata Agus.

Menurutnya, pengalaman Laksana dalam mengembangkan pasar hingga ke luar negeri menjadi modal penting untuk terus meningkatkan standar produksi. Namun, perluasan pasar tersebut harus berjalan seiring dengan konsistensi kualitas dan pelayanan.

“Targetnya bukan hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga menjaga kepercayaan pelanggan dengan kualitas yang konsisten,” tambahnya.

Muhamad Heroni selaku supplier body cover Laksana menegaskan komitmennya untuk selalu menjaga kualitas produk yang menjadi bagian dari proses produksi bus.

Menurutnya, kualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan utama, tetapi merupakan hasil dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam rantai produksi.

“Kami sebagai supplier berkomitmen untuk selalu menjaga kualitas. Setiap komponen yang kami suplai harus memenuhi standar yang telah ditentukan, karena kualitas akhir sebuah kendaraan merupakan hasil dari sinergi seluruh pihak,” ujar Muhamad Heroni.

Ia menambahkan, komunikasi dan koordinasi yang baik antara produsen dan supplier sangat penting untuk menjaga konsistensi kualitas.

 

Sinergi Industri dan Pendidikan

Kunjungan kerja tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia industri, pendidikan, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena perkembangan industri transportasi membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknis sekaligus memahami perkembangan teknologi.

Baca Juga:  Keluarga Empat Saudara Bin ABD. Rasyid, Nikmati Kebersamaan di Arek Lancor

Melalui kegiatan edukasi, kunjungan industri, dan study tour, generasi muda diharapkan dapat memperoleh wawasan mengenai proses produksi kendaraan secara langsung. Hal tersebut sekaligus membuka ruang bagi siswa dan mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peluang karier dan perkembangan teknologi di sektor industri otomotif.

Dengan inovasi, peningkatan kualitas, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan pasar, industri bus nasional diharapkan semakin mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Warsito, selaku Direktur Utama PT Berita Istana Negara sekaligus Koordinator SMSI Solo Raya. Warsito menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Laksana dalam mengembangkan industri karoseri dan produksi bus di Indonesia.

Warsito mengatakan, Laksana merupakan bagian dari industri nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan transportasi sekaligus membuka peluang kerja dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami mendukung penuh Laksana agar semakin maju, berkembang dan semakin berjaya. Inovasi, kualitas serta kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan industri yang semakin dinamis,” ujar Warsito.

Menurutnya, keberadaan perusahaan manufaktur bus seperti Laksana juga memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan produk transportasi, tetapi turut mendorong tumbuhnya ekosistem industri, mulai dari tenaga kerja, supplier, pendidikan vokasi hingga sektor usaha pendukung lainnya.

Warsito berharap Laksana dapat terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pasar, termasuk pasar internasional.

“Semoga Laksana semakin jaya, semakin banyak mendapatkan kepercayaan dan pesanan, serta mampu membawa nama industri bus Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional,” tambahnya.

Ia juga menilai sinergi antara dunia industri, media, organisasi perusahaan pers, dan lembaga pendidikan perlu terus dibangun agar informasi mengenai perkembangan industri nasional dapat tersampaikan secara positif, objektif, dan edukatif kepada masyarakat.

Kunjungan kerja tim Laksana di Sengrong, Andong, Boyolali, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa kemajuan industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi, tetapi juga oleh inovasi, kualitas, sumber daya manusia, dan kerja sama yang berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *