Skandal pilkades banda masen: nama hidup dihapus, yang sudah meninggal tetap ada — pj zulfahmi tak bisa jawab, dugaan kuat libatkan seluruh perangkat

Lhokseumawe – Detikpost.id – Kejanggalan yang sangat mencurigakan terjadi dalam pemilihan kepala desa banda masen, kecamatan banda sakti, kota lhokseumawe, pada tanggal 20 september 2026. Penjabat kepala desa zulfahmi diduga sengaja memanipulasi daftar pemilih: nama-nama warga yang hidup dan sudah dimasukkan kembali ke dalam daftar pemilih justru hilang tanpa jejak, sedangkan nama-nama warga yang sudah meninggal dunia tetap utuh semua di dalam daftar.

Ada empat calon geusyik yang bersaing, namun sejak awal pj zulfahmi dinilai tidak jujur. Ia mengaku menerima undangan dari kantor kip yang memerintahkan untuk menghapus nama-nama orang yang sudah meninggal. Faktanya, nama yang sudah meninggal tidak dihapus sama sekali, justru nama-nama warga yang hidup dan sudah dinyatakan telah dimasukkan semua ke dalam dpt, lenyap begitu saja saat hari pemilihan tiba.

Baca Juga:  Penguatan Kemitraan: PT THL Laksanakan Penandatanganan PKS Tahap Keempat dengan Masyarakat Linge dan Bintang

Ketika awak media detikpost.id menanyakan langsung kepada pj kepala desa banda masen kemana perginya nama-nama yang hilang itu, pj zulfahmi tidak mampu menjawab. Berkali-kali dipertanyakan, ia tidak bisa memberikan penjelasan yang masuk akal dan justru mengalihkan pembicaraan ke hal lain. Sikap ini semakin memperkuat dugaan adanya rekayasa yang disengaja.

Warga pun tidak ragu lagi. Dugaan kuat mencapai sembilan puluh sembilan persen mengarah langsung kepada pj geusyik zulfahmi beserta seluruh jajaran perangkat desa banda masen. Warga meyakini ada pihak yang sengaja mengatur daftar pemilih demi kepentingan tertentu, sehingga hak pilih warga yang sah dirampas, sementara nama yang seharusnya sudah dicoret tetap dipertahankan tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Perluas Akses Keuangan Lewat TPAKD, Sasar Masyarakat Desa

Warga menuntut dengan tegas: agar pihak berwenang segera memeriksa seluruh berkas daftar pemilih, pj zulfahmi wajib menjelaskan secara terbuka di depan warga apa yang sebenarnya terjadi, siapa pun yang terbukti melakukan manipulasi wajib ditindak tegas dan dijatuhkan sanksi paling berat, serta hak pilih warga yang hilang harus segera dipulihkan. Jika perlu, pemilihan kepala desa diulang dari awal dengan pengawasan yang ketat dan transparan.

Warga tidak akan diam saja. Demokrasi tidak boleh dijadikan alat untuk menguntungkan pihak tertentu. Kebenaran harus terungkap sekarang juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *