UPTD SDN Noreh 1 Lakukan MPLS Membangun Karakter Tumbuhkan Semangat Belajar Dan Ciptakan Lingkungan Sekolah Ramah Anak Tahun Ajaran 2026- 2027

Sampang – detikpost.id – Unit Pelaksana Teknis Daerah ( UPTD ) lembaga pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN ) Noreh 1 melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) dengan tema membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar dan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, tahun ajaran 2026- 2027, Senin (13/07/2026).

Menurut kepala sekolah SDN Noreh 1 Absa S.Pd saat di temui di kantornya mengatakan pada media ini, Sdn Noreh 1 di tahun ajaran 2026- 2027 ini mendapatkan murid 54 siswa yang di bagi dalam dua rombongan belajar (ROMBEL).

” SDN Noreh 1 di tahun ajaran 2026/2027 ini mendapatkan siswa baru sebanyak 54 orang, dan di bagi dua Rombel, ” tuturnya.

Lebih lanjut absa, menuturkan, peningkatan jumlah murid di tahun ini, berkat koordinasi dan kerjasama antara dewan guru, komite dan wali murid dalam mengkolaborasikan pengalaman , kompetensi serta sosialisasi terkait keunggulan lembaga pendidikan dibawah asuhannya, sehingga mendapatkan respon positif dari masyarakat sekitar.

” Penambahan jumlah murid di tahun ajaran 2026/2027 merupakan kerja keras bersama dalam meningkatkan pelayanan dan kompetensi semua dewan guru, termasuk sosialisasi yang selama ini di lakukan kita bersama, yang melibatkan, komite, dewan guru dan wali murid,” ucapnya.

Sedangkan kegiatan MPLS ini bertujuan, membentuk murid beradaptasi membentuk mengenal lingkungan sekolah, mengenalkan budaya, tata tertib, dan budaya sekolah, menumbuhkan karakter dan profil pelajar Indonesia, mengembangkan potensi dan kemandirian peserta didik, menciptakan lingkungan sekolah yang ama dan nyaman.

” Tujuan MPLS di sekolah adalah, membentuk mengenal lingkungan sekolah, budaya, tata tertib dan budaya sekolah, menumbuhkan karakter, profil pelajar Indonesia, serta mengembangkan potensi, kemandirian peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa” tuturnya.

Lebih lanjut, ia, menjelaskan, pelaksanaan di MPLS ini dilakukan selama lima hari, sejak Minggu pertama masuk sekolah, yang berorientasi pada pengalaman yang positif serta mengedepankan perlindungan anak.

Baca Juga:  H. Hosnan DPRD Sumenep Apresiasi Pemkab Sumenep Gratiskan Ongkos Kapal bagi Santri Kepulauan

Ada beberapa beberapa prinsip MPLS yang harus diajarkan kepada siswa yakni: ramah , aman, inklusif, edukatif serta menyenangkan yang berpusat pada anak atau siswa.

” MPLS dilakukan pada Minggu pertama sejak masuk sekolah, juga berorientasi pada pengalaman yang positif yang selaras dengan prinsip dasar MPLS itu sendiri, yakni , ramah, aman, inklusif edukatif dan menyenangkan siswa,” jelasnya.

Kepala sekolah yang berpenampilan kalem ini, mengajak orang tua dan wali murid untuk bersinergi dengan pihak sekolah selama MPLS berlangsung, sebab peran orang tua atau wali murid sangatlah penting dalam mendukung berlangsungnya proses MPLS, orang tua juga bisa mengawasi, mendampingi serta melaporkan jika terjadi pelanggaran.

Baca Juga:  Kasatlantas Polres Majalengka Tinjau Pertumbuhan Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

” Fungsi orang tua sangatlah penting dalam proses MPLS ini, sebab orang tua , bisa mengawasi mendampingi dan melaporkan bila terjadi pelanggaran terhadap anak,” ucapnya.

Lebih jauh, absa menjelaskan, dalam MPLS tersebut ada budaya positip dan ada tujuh gerakan kebiasaan hebat yang harus di terapkan pada anak, diantaranya, anak harus bangun pagi, beribadah, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, suka menolong dan tidur cepat.

” MPLS disamping pengenalan lingkungan sekolah yang ramah anak, aman, inklusif , edukatif dan menyenangkan juga menerapkan kebiasaan tujuh gerakan anak hebat yakni, bangun pagi, rajin ibadah, makan makanan sehat, bergizi, gemar belajar, suka menolong dan tidur dengan cepat,” pungkasnya.

Penulis : Soleh
Editor. : redaksi
Sumber: detikpost.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *