Rimung Buloh bersama advokat siap bongkar habis kasus PT Bina Usaha

Aceh Utara ( DetikPost.id ) – Polemik proyek pembangunan kawasan pertokoan Keude Geudong yang mangkrak selama lima tahun terakhir memasuki babak baru. Tidak hanya advokat muda Riki Iswandi yang bertekad mengungkap segala kejanggalan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, turut bergabung dan menyatakan siap bersama-sama membongkar habis apa saja yang tersembunyi.

Pernyataan tegas ini disampaikan Rimung Buloh usai bertemu dan berdiskusi panjang dengan Riki Iswandi, Senin (4/5/2026). Keduanya sepakat bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan, karena telah merugikan banyak pihak terutama rakyat kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.

Saya tidak hanya sekadar mendukung, tapi saya dan rekan-rekan pers siap bergandengan tangan dengan tim hukum untuk membongkar habis kasus ini. Apa saja yang tersembunyi, siapa saja yang terlibat, dan apa kepentingan di baliknya, semuanya harus terungkap ke permukaan. Perlu diingat, ini bukan satu orang saja yang bersalah atau yang merugikan masyarakat. Ada banyak pihak yang terlibat dalam rangkaian peristiwa ini, semuanya harus dibuka,” tegas Rimung Buloh dengan nada mantap.

Ia menilai, proyek yang digagas PT Bina Usaha milik pemerintah daerah ini penuh dengan tanda tanya besar. Mulai dari proses penggusuran yang dilakukan dengan dalih penataan ekonomi, hingga kondisi di mana anggaran telah dikeluarkan namun hasilnya justru menjadi kawasan kumuh yang tidak berguna.

Menurut Rimung Buloh, sebagai pihak yang bergerak di dunia pers, ia memiliki akses dan jaringan untuk menelusuri berbagai informasi yang mungkin sulit dijangkau oleh pihak lain. Sementara itu, tim hukum yang dipimpin Riki Iswandi akan mengkaji dan memaparkan semua fakta yang ditemukan secara terang-terangan.

Baca Juga:  Seluruh Insan Pers Merasa Kehilangan Sosok yang Luar Biasa

Kami akan mencari dan mengumpulkan fakta, data, serta informasi di lapangan. Aju jika perla, semua bukti dan kenyataan ini akan kita bongkar dan kita tunjukkan secara jelas. Tidak hanya satu nama atau satu pihak saja, tapi semua yang terlibat dari awal sampai akhir, semuanya akan kita ungkap. Semua orang akan tahu siapa saja yang bertanggung jawab atas kerusakan dan kerugian yang menimpa masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Riki Iswandi menyambut baik langkah kolaborasi ini. Ia mengaku semakin percaya diri untuk mengungkap segala hal karena didukung oleh elemen pers yang memiliki peran penting dalam pengawasan sosial.

Keberadaan Pak Rimung dan rekan-rekan pers akan membuat proses ini semakin terbuka dan sulit diganggu gugat. Kami sama-sama bertekad: kasus ini harus selesai, hak masyarakat harus dikembalikan. Kami siap nongkar habis semuanya sampai ke akar-akarnya, tidak ada yang akan kami sembunyikan, apalagi menutupi keterlibatan banyak pihak di balik persoalan ini,” ujar Riki.

Keduanya juga menyatakan akan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan informasi atau bukti yang dimiliki terkait proyek ini. Mereka menegaskan bahwa setiap data yang masuk akan dijaga kerahasiaannya dan menjadi bahan penting dalam proses pengungkapan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan apapun dari PT Bina Usaha maupun pemerintah daerah terkait pernyataan keras dari kedua pihak ini. Publik pun kini menantikan langkah nyata apa yang akan diambil selanjutnya untuk membongkar misteri di balik proyek yang telah merugikan banyak orang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *