Sampang // detikpost.id // Batas wilayah yang di batasi Sungai dan darat, yang membelah Kecamatan Sreseh dengan Kecamatan Pangarengan, jadi problem tersendiri di kabupaten Sampang, perputaran ekonomi seakan jalan ditempat, penghasilan tak menentu bagi masyarakat yang sehari hari mencari nafkah dengan jual jasa angkut menggunakan armada perahu. Dinas perhubungan tranportasi kelauan kabupaten Sampang buka suara , Kamis ( 23/04/2026 ).
Menurut salah satu warga masyarakat yang mempunyai jasa angkut perahu, Purnomo, mengatakan pada media detikpost.id, bahwa penghasilan jasa tambatan perahu ini tidak menentu mas, hanya musim tertentu yang ramai, yakni jelang lebaran dan musim orang – orang hajatan.
” penghasilan jual jasa menggunakan armada perahu ini mas, tidak sebanding dengan modal yang di keluarkan, banyak sepinya mas, dan tak menentu.Tapi mas, kami rakyat kecil mau mengadu kemana dan pada siapa , ” katanya dengan nada mengharap.
Lanjut Pur, panggilan akrabnya, kadang kadang kami sedih mas, manakala penumpang dalam sehari hanya dapat satu orang, sedangkan anak istri menunggu penghasilan kami mencari nafkah, yang sebagai penjual jasa tambang perahu.
” Sedih rasanya, ketika sepi penumpang, teringat anak istri yang nunggu di rumah,” ucapnya lirih.
Sedangkan pengguna jasa perahu lainnya, Saneri, juga mengatakan hal yang sama, tolonglah mas media , sampaikan keluhan kami ini pada pemerintah kabupaten, perhatikan nasib kami ,warga kecil yang mengharap penghidupan yang layak.
” Tolong perhatikan nasib kami , kami minta tolong ya mas, perhatikan nasib kami yang penjual jasa perahu ini,mungkin lewat jenengan kami bisa berkeluh kesah,” katanya.
Sementara, kepala bidang kelautan dinas perhubungan sampang, Iwan Heri Susanto, saat ditemui di kantornya menyatakan pada media detkpost.id, bahwasanya dermaga pengarengan Sreseh pengarengan memang masih tanggung jawab dinasnya.
” Benar mas, selama ini dermaga tambatan Sreseh – pengarengan masih tanggung jawab kami, namun perlu kami jelaskan dan luruskan, menurut kajian dan pengamatan secara menyeluruh, dermaga yang di pengarengan tidak lanyak, pasalnya tempat ya terlalu sempit dan akses jalannya sulit,” tuturnya.
Lebih lanjut, Iwan memaparkan, selama ini dermaga sreseh – pengarengan ini, belum ada kontribusi sama sekali, mungkin kendalanya ada beberapa hal. Namun kami tetap menampung kritikan dan masukan dari semua pihak, demi kemajuan dan perkembangan Sampang kedepannya.
” Tidak ada kontribusi ke dinas perhubungan menjadi pertimbangan kami dalam menempatkan petugas di lapangan, namun tetap kami perhatikan, adanya kritikan dan masukan yang membangun, akan kami tampung dan kami tanggapi, tujuan kami demi perkembangan wilayah itu sendiri dan kemajuan kabupaten Sampang, khususnya di jalur transportasi laut dan sungai,” pungkasnya.
Penulis: Soleh
Editor : redaksi
Sumber: detikpost.id.















