SUMENEP, DetikPost.id – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kalianget terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui inovasi berbasis vokasi. Salah satunya dengan mengimplementasikan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SiKAP), yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik langsung di lapangan.
Program ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa, yang mendorong penguatan pendidikan vokasi di sektor ketahanan pangan sejak diluncurkan pada Februari 2026.
Kepala SMAN 1 Kalianget, Anik Rekno Winarni, S.Pd, menjelaskan bahwa pihak sekolah mulai merealisasikan program SiKAP dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, meskipun kondisinya tergolong kurang subur.
“Dalam program SiKAP ini mencakup sektor perikanan, pertanian, perkebunan, dan peternakan. Kami memanfaatkan lahan yang ada untuk mendukung pelaksanaan program tersebut,” ujarnya, Rabu (7/4/2026).
Ia mengungkapkan, lahan yang awalnya kurang produktif kini berhasil diolah oleh tim SiKAP sehingga dapat ditanami berbagai komoditas pertanian, seperti buncis (arcis), melon, tomat, terong, cabai, hingga jagung dalam skala terbatas.
Selain sektor pertanian, sekolah juga mengembangkan budidaya perikanan dengan memanfaatkan kolam sederhana. Beberapa jenis ikan yang dibudidayakan di antaranya ikan nila, lele, dan gabus, dengan jumlah benih lele mencapai sekitar 500 ekor.
“Alhamdulillah, untuk ikan nila perkembangannya sudah cukup baik dan diperkirakan bisa panen dalam waktu satu setengah bulan ke depan,” jelasnya.
Tak hanya itu, inovasi juga merambah sektor peternakan. Pihak sekolah tengah mempersiapkan kandang untuk pemeliharaan kambing di area belakang sekolah yang masih dipenuhi tanaman liar.
“Tim SiKAP mengusulkan pemeliharaan kambing sebagai bagian dari ketahanan pangan. Saat ini kami sedang menyiapkan kandangnya, insya Allah minggu depan sudah siap,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan tanaman liar di sekitar lokasi justru menjadi potensi sebagai sumber pakan ternak, sehingga dapat menekan biaya operasional.
Anik menegaskan, program SiKAP tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan praktis berbasis vokasi. Harapannya, siswa mampu memanfaatkan potensi lahan di lingkungan mereka untuk menunjang perekonomian di masa depan.
Berbagai inovasi tersebut menjadi bukti nyata peran lembaga pendidikan dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri dan adaptif terhadap tantangan zaman.















