KEBAKARAN MALAM HABISI RUMAH WARGA DI DESA PUSONG SAMUDERA, DAMKER ACEH UTARA TAK NAMPAK WAJAH DILAPORKAN RUSAK SEMUA

oplus_0

ACEH UTARA, ( DETIK POST.ID ) – Suasana malam yang seharusnya tenang di Desa Pusong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara terpecah oleh jeritan desak warga ketika api memeluk rumah milik pasangan Syarifuddin dan Nurlaila. Kejadian kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB pada hari Kamis malam, dengan nyala api yang cepat menyebar hingga menghabisi seluruh bangunan tempat tinggal keluarga mereka yang berjumlah enam orang – pasangan suami istri, tiga anak mereka, serta satu cucu.

 

Dugaan penyebab kebakaran adalah gangguan kelistrikan, yang membuat api dengan cepat melalap setiap sudut rumah. Saat kejadian terjadi dini hari tersebut, seluruh anggota keluarga sedang berada di dalam rumah dan berhasil menyelamatkan diri bersama-sama sebelum api benar-benar menguasai seluruh ruangan. Warga sekitar Desa Pusong berusaha membantu memadamkan api secara mandiri dengan ember air dan alat seadanya, namun kondisi semakin memburuk dan mengharapkan bantuan segera dari pihak pemadam kebakaran.

 

oplus_0

Sayangnya, sesuai konfirmasi awak media detikpost.id, pihak damkar Aceh Utara menyampaikan bahwa seluruh alat dan kendaraan pemadam kebakaran mereka dalam kondisi rusak dan tidak dapat beroperasi. Hal ini membuat harapan warga untuk menyelamatkan rumah sirna, karena jika bantuan datang tepat waktu, kemungkinan besar sebagian besar bangunan masih dapat diselamatkan beserta barang berharga, perlengkapan anak dan cucu, serta kenang-kenangan keluarga yang tak ternilai harganya.

 

Setelah beberapa saat menunggu dengan hati tertekan di tengah malam yang dingin, akhirnya tiga unit damkar tiba di lokasi di Desa Pusong – dua di antaranya berasal dari Lhokseumawe dan satu unit lagi dari PGE – meskipun pada saat itu rumah sudah habis total dilalap oleh unggun api yang mematikan.

 

Perkiraan kerugian yang ditimbulkan dari kejadian ini mencapai angka sekitar 150 juta rupiah, mencakup seluruh harta benda, perlengkapan rumah tangga, mainan anak-anak, serta semua barang berharga yang menjadi milik enam anggota keluarga tersebut. Beruntungnya, seluruh keluarga Syarifuddin dan Nurlaila – termasuk tiga anak dan satu cucu mereka – selamat sempurna tanpa ada korban jiwa yang jatuh.

 

Penulis>{ Rimung }

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *