Aceh Utara ( DETIK POST.ID ) – Ketua DPD APPI Aceh Utara, Muhammad alias Rimung Buloh, geram dengan kondisi memprihatinkan armada pemadam kebakaran (Damkar) di Aceh Utara. Dari lima pos Damkar yang ada, hanya dua unit yang aktif, sementara pos lain hanya jadi pajangan.
Rimung Buloh mengungkapkan, lima pos Damkar di Aceh Utara terletak di Landeng, Krung Mane, Sawang, Alue Bili, dan Langkahan. Namun, yang memiliki armada aktif hanya Pos Landeng, itu pun hanya dua unit.
Ini sangat ironis. Kita punya lima pos Damkar, tapi yang berfungsi hanya satu. Ini sama saja membiarkan masyarakat dalam bahaya,” ujar Rimung Buloh.

Air di Pos Damkar Landeng Mati Setahun
Lebih lanjut, Rimung Buloh juga menyoroti kondisi Pos Damkar Landeng yang airnya mati sudah setahun akibat tidak dibayar. “Bagaimana mau memadamkan api kalau air saja tidak ada? Ini sangat tidak masuk akal,” kecamnya.
Petugas Damkar Benarkan Kondisi Memprihatinkan
Saat dikonfirmasi oleh Rimung Buloh, salah seorang petugas Damkar Landeng membenarkan kondisi memprihatinkan tersebut. “Kami sudah sering melaporkan masalah ini ke atasan, tapi belum ada tindak lanjut,” ujarnya.
Rimung Buloh: Pemkab Jangan Cuci Tangan!
Rimung Buloh mengecam Pemkab Aceh Utara yang dinilai cuci tangan dan tidak bertanggung jawab atas kondisi ini. Ia menegaskan, keselamatan warga adalah prioritas utama dan tidak bisa ditawar-tawar.
Jangan salahkan petugas Damkar jika terjadi kebakaran dan penanganannya lambat. Mereka sudah bekerja semaksimal mungkin dengan fasilitas yang minim. Pemkab harus segera bertindak, jangan hanya diam saja,” tegas Rimung Buloh.
Rimung Buloh menuntut Pemkab Aceh Utara untuk segera menambah armada Damkar, memperbaiki fasilitas yang rusak, dan memastikan ketersediaan air di seluruh pos Damkar.
penulis>>{ yus }















