Direktur Perum Bulog Sidak Pasar Wonokromo, Harga Pangan Stabil di Tengah Global Menguat

Direktur Perum Bulog saat Sidak di Pasar Wonokromo, harga Bapakting stabil dan aman

SURABAYA, DetikPost.id – Di tengah gejolak ekonomi dan dinamika geopolitik global, pemerintah memastikan stabilitas pangan tetap terjaga. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Wonokromo, Sabtu (4/4/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden untuk memastikan harga pangan tetap terkendali dan pasokan terjaga di lapangan. Sidak tersebut turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran Bulog wilayah Jawa Timur, pengelola pasar, unsur TNI dari Kodam V/Brawijaya, hingga dinas terkait.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Monitoring ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar tidak terjadi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan langsung di lapangan bahwa kondisi tetap stabil,” ujar Ahmad Rizal.

Baca Juga: Laga Pembuka Kapolres Lhokseumawe Cup II Dramatis, Meurah Mulia Tumbangkan Yanco VC 3-2

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang relatif aman. Sejumlah komoditas utama terpantau stabil, bahkan mengalami penurunan harga. Beras program SPHP tetap berada dalam harga terkendali, sementara minyak goreng Minyak Kita dijual sekitar Rp15.700 per liter. Harga telur ayam juga turun menjadi Rp29.000 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada ayam ras yang kini berada di kisaran Rp31.000 per kilogram dari sebelumnya Rp34.000. Namun, Bulog mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas daging sapi yang masih dalam tahap penelusuran lebih lanjut.

“Kami akan cek langsung ke rumah potong hewan untuk mengetahui kendala yang terjadi, sehingga bisa segera diantisipasi,” jelasnya.

Baca Juga: Simple Car Wash Resmi Dibuka di Manding, Tawarkan Layanan Humanis dan Buka Peluang Kerja

Stok Beras Nasional Tembus Rekor Tertinggi

Di sisi ketersediaan, Ahmad Rizal memastikan stok pangan nasional berada dalam kondisi sangat aman. Bahkan, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,4 juta ton, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah.

Ini capaian yang membanggakan. Tahun lalu stok tertinggi 4,2 juta ton, sekarang sudah melampaui. Kami optimistis bisa mencapai 5 juta ton pada akhir April atau awal Mei,” ungkapnya.

Selain menjaga stabilitas harga, Bulog juga terus menjalankan program bantuan pangan kepada sekitar 3,3 juta penerima manfaat. Setiap keluarga menerima bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.

Baca Juga: Pelayanan IGD RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Kian Responsif, Bukti Peningkatan Kualitas Layanan

Terkait distribusi minyak goreng, Bulog mengakui adanya keterbatasan pasokan Minyak Kita akibat pembagian kuota Domestic Market Obligation (DMO) ke seluruh daerah. Untuk itu, upaya penambahan kuota terus dilakukan guna menjaga kelancaran distribusi.

Tak hanya fokus pada harga dan stok, Bulog juga memastikan aspek keamanan pangan. Pengujian sampel bahan pangan dilakukan langsung di lokasi, dengan hasil sementara menunjukkan komoditas seperti tomat, cabai rawit, sawi, dan wortel bebas dari kandungan pestisida berbahaya maupun formalin.

Selain harga, kami juga memastikan kualitas pangan aman dikonsumsi. Dari hasil uji sampel, sejauh ini seluruhnya negatif dari zat berbahaya,” tegasnya.

Melalui sidak ini, Bulog menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pangan, serta menjamin keamanan konsumsi masyarakat sebuah langkah penting di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *