Tapal Batas Tanoh Depet: Bukti Telanjang Mandulnya Pemerintah Aceh Tengah Menegakkan Kedaulatan Wilayah Gayo

Aceh Tengah ( DETIK POST.ID ) – Persoalan tapal batas antara Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya kembali menampar nurani publik Gayo. Kabar terbaru menyebutkan Desa Tanoh Depet, Kecamatan Celala, terancam dilepas begitu saja ke dalam administrasi Nagan Raya — seolah tanah adat dapat dipindahpindahkan semudah menukar angka koordinat.

 

Koordinator Aliansi Masyarakat Gayo (AMG), Gilang Ken Tawar, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar sengketa garis batas, melainkan menyangkut integritas marwah, kedaulatan identitas, dan tanggung jawab moral generasi menjaga pusaka leluhur.

 

Jika hari ini Tanoh Depet dibiarkan terlepas begitu saja, siapa yang dapat menjamin esok kampung lain tidak di rebut? Ini bukti telanjang bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mandul dalam menegakkan kedaulatan wilayah adatnya. Bupati tidak layak hanya bersembunyi di balik rapat seremonial — karena Tanoh Gayo bukan deret angka di peta, melainkan benteng martabat yang tidak bisa diremehkan,” tegas Gilang Ken Tawar.

 

Gilang menyoroti bahwa kelumpuhan birokrasi dalam menjaga tapal batas merupakan cacat struktural yang tidak hanya membebani kabupaten, tetapi juga mempermalukan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat yang tampak memilih membisu.

 

Tanoh Depet bukan sekadar titik di atas kertas. Di sana bersemayam sejarah, adat, dan ikatan spiritual orang Gayo. Kalau karena transaksi kepentingan segelintir elit birokrasi, tanah ini dilego begitu saja, maka publik Gayo tidak pantas berdiam. Karna diam sama dengan merestui penghapusan warisan.”

 

Koordinator AMG itu mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk segera menanggalkan sikap basa-basi administratif. Menurutnya, kepemimpinan sejati lahir dari keberanian menjemput tanggung jawab di lapangan, berdiri bersama rakyat, mengawal bukti historis, dan menegaskan batas dengan argumentasi adat, yuridis, sekaligus sosiologis.

 

Kalau hari ini kita bungkam, kelak anak cucu kita akan marah dan bertanya : di mana kalian berdiri ketika tanah kami diiris sedikit demi sedikit? Tanoh Depet hanyalah pangkal — Tanoh Gayo akan hilang jika kita lupa bagaimana cara marah dan bagaimana cara bersatu.”

 

>>>>>>[ RIMUNG }

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *