Neon BoX ATM Bank Mandiri Pecah Tertimpa Material Genteng RSUD, CV Sinergi Mitra Andalan : Keselamatan Pengunjung di Pertanyakan

Caption : Neon box ATM milik Bank Jatim yang pecah akibat tertimpa material genteng dari aktifitas proyek rehabilitas RSUD Zyn yang di kerjakan oleh penyedia jasa CV Sinergi Mitra Andalan Sampang ( dok: Soleh/detikpost.id)

Sampang – detikpost.id – Kegiatan proyek pemeliharaan/ rehabilitasi millik daerah penunjang urusan pemerintahan daerah gedung kantor dan bangunan RSUD Zyn Sampang yang di kerjakan oleh CV Sinergi Mitra Andalan yang beralamat dusun gurdibih desa paseyan sampang, jadi sorotan publik, pasalnya neon box anjungan tunai mandiri milik Bank Jatim yang berada di area pinggir pintu masuk UGD pecah, akibat kejatuhan material genteng dari atap bangunan, Senin ( 2/11/2026 ).

Salah satu pengunjung ATM Bank jatim, Purna Wihadi yang mengantri mengambil uang, hampir tertimpa material genteng yang jatuh, Namun beruntung material genteng tersebut mengenai neon box ATM dari bank Jatim.

” Untung mas, material genteng yang jatuh itu, tidak mengenai kepala saya, seandainya kena, entahlah, mungkin saya tidak bisa selamat,” tuturnya pada media ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius, mengenai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ). Terutama pekerjaan berlangsung di ketinggian dan berdekatan dengan fasilitas umum.

“Sebagai pihak penyedia jasa pekerjaan, pihak ketiga, yakni, CV Sinergi Mitra Andalan tidak mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ). pengunjung area pembatas seharusnya di beri jaring pelindung, biar tidak mengganggu area publik,” tuturnya.

Pantauan media ini di lokasi, pekerja yang sedang melakukan pekerjaan di ketinggian hanya menggunakan rompi keselamatan, tidak memakai helmet dan sepatu keselamatan.

” Ini adalah bentuk kelalaian pengawas lapangan dari pelaksana proyek ini, seharusnya kelalaian ini menjadi perhatian serius, apalagi bekerja di ketinggian, K3 harus di perhatikan, helmet pengaman, serta sepatu bot keselamatan menjadi standar keselamatan bagi pekerja,” tuturnya.

Sementara, atas kejadian tersebut, pihak rumah sakit, melalui humasnya, Amin Jakfar, saat dikonfirmasi oleh media ini menjelaskan, bukan ranah kami, untuk memberikan statement, karena proyek ini sudah di pihak ke tigakan.

” Mohon maaf mas, kejadian ini bukan merupakan tanggung jawab pihak rumah sakit, karena pelaksanaan proyek ini sudah di pihak ke tigakan,” ucapnya.

Lebih lanjut Amin mengarahkan ,agar persoalan ini di sampaikan langsung ke pihak pengawas proyek.
Upaya menemui pengawas di lakukan di lokasi oleh awak media ini. Namun pihak pekerja yang di temui tidak memberikan nama dan no. Kontak pengawas.

” Tadi ada kok mas pengawasnya di situ, tapi entah kemana sekarang,” ucap salah satu pekerja pada media ini.

sampai berita ini di muat, redaksi tetap membuka ruang bagi pihak pengawas dan penanggung jawab kegiatan dari CV Sinergi Mitra Andalan maupun pihak RSUD Zyn untuk menyampaikan klasifikasi dan penjelasan mengenai insiden tersebut, termasuk penerapan standar K3 serta langkah pengamanan selama pekerjaan berlangsung.

Baca Juga:  Darwan Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polda Sumut, Kuasa Hukum Desak Proses Hukum
Baca Juga:  Isi Kuliah Umum di UTU, Kapolda Ajak Mahasiswa Wujudkan Aceh Meutuah dan Green Policing

Penulis : Soleh
Editor. : Redaksi
Sumber: detikpost.id

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *