Masyarakat Simpang Ulim minta Bupati segera ganti direktur PDAM yang seperti patung tidak bertanggung jawab

ACEH TIMUR — Detikpost.id – Amarah, kekecewaan, dan penderitaan warga Desa Simpang Ulim kini meluap tak dapat lagi dibendung! Sudah berbulan-bulan, bahkan nyaris berbulan-bulan lamanya, pasokan air bersih dari PDAM mati total! Keran-keran kering kerontang, tak setetes pun air mengalir ke rumah-rumah warga! Penderitaan ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada satu pun petugas yang datang, tanpa pengecekan, tanpa kabar, tanpa penjelasan, tanpa perbaikan sedikit pun! Seolah-olah penderitaan kami bukan urusan mereka!

Warga terpaksa berjalan berkilometer jauh, naik kendaraan, mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, berebut air di mana-mana hanya untuk memenuhi kebutuhan paling dasar — air untuk minum, untuk masak makanan anak-anak, untuk mandi, untuk mencuci pakaian! Setiap hari susah payah, setiap hari menderita, setiap hari cemas memikirkan air — dan ini berlangsung berbulan-bulan tanpa ada pihak yang peduli!

Bahkan jika sesekali air itu hidup, yang keluar bukan air bersih yang kami bayar, melainkan air keruh kuning pekat, bercampur endapan lumpur, berbau menyengat, berwarna keruh tak terbayangkan — sama sekali tidak layak dipakai, apalagi dikonsumsi! Minum saja tak berani, mandi pun gatal di kulit! Kondisi ini persis sama penderitaan saudara-saudara kami di Desa Keude Tuha! Ini bukan sekadar pelayanan buruk — ini adalah pengabaian hak hidup rakyat secara terang-terangan, ini perlakuan yang tidak pantas diberikan kepada warga yang taat membayar!

Baca Juga:  BKPRMI Aceh Timur Terima BKPRMI Award Di Acara Puncak Milad BKPRMI ke-48

Warga sangat murka dan tidak bisa diam lagi! Mengapa PDAM begitu sigap, begitu tegas, begitu kejam saat tagihan terlambat dibayar? Denda langsung dipasang, meteran air langsung dipotong tanpa belas kasihan, tanpa memberi waktu, tanpa bertanya apa kesulitan kami! Tapi ketika air mati berbulan-bulan, ketika air kotor membahayakan kesehatan anak-anak dan keluarga, ketika kami menderita setiap hari — di mana tanggung jawab pimpinan? Di mana janji pelayanan? Di mana rasa malu? Tidak ada! Ia diam saja, tak bergerak, tak peduli, seperti patung batu yang tak punya hati, tak punya telinga mendengar rintihan rakyat, tak punya rasa tanggung jawab sedikit pun!

Direktur ini gagal total, gagal di setiap sisi! Tidak pernah turun ke lapangan, tidak pernah melihat langsung betapa susahnya hidup kami, tidak pernah bertanya apa yang kami butuhkan! Ia hanya duduk tenang di ruangan sejuk, hanya pandai menagih uang rakyat, hanya tahu memeras keringat warga — tapi lupa tugas utamanya menyediakan air bersih yang sehat dan layak! Pemimpin yang tidak merasakan penderitaan rakyat, yang tidak peduli pada nasib ribu jiwa yang ia pimpin, yang hanya memikirkan keuntungan — tidak pantas menduduki jabatan itu sedetik pun lagi!

Baca Juga:  Satreskrim Polres Sragen Bongkar Aksi Pencurian Accu Truk Sampah DLH, Pelaku Dibekuk Kurang dari Dua Pekan

Oleh sebab itu, dengan satu suara bulat, dengan penuh kemarahan dan kesusahan, seluruh masyarakat Simpang Ulim menyampaikan tuntutan tegas kepada Bupati Aceh Timur: Segera gantikan direktur PDAM yang diam membisu seperti patung dan tidak bertanggung jawab ini! Jangan tutup mata melihat penderitaan kami! Jangan diam saja sementara rakyat menderita setiap hari! Kami tidak butuh janji manis, kami tidak butuh alasan — kami butuh tindakan nyata sekarang juga! Demi kesehatan kami, demi masa depan anak-anak kami, demi keadilan — ganti direktur itu secepatnya! Rakyat menunggu, rakyat mengawasi, dan rakyat tidak akan diam lagi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *