Bappeda Sumenep Aktifkan Kembali PosCurhat, Perkuat Aspirasi Masyarakat dan Perempuan

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr.Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng

SUMENEP, Detikpost.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali mengaktifkan Program PosCurhat sebagai ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan, usulan, hingga kebutuhan pembangunan.

Fasilitas tersebut diarahkan menjadi jalur komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan warga. Perempuan menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam program ini, terutama untuk menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dan kepentingan mereka.

Bacaan Lainnya

Pengaktifan kembali PosCurhat sekaligus menjadi bagian dari upaya Bappeda menjalankan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG).

Baca Juga:  Sambang Pos Kamling, Polsek Banda Sakti Perkuat Kamtibmas Jelang HUT RI ke-81

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng mengatakan, keterlibatan masyarakat dibutuhkan agar kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.

“Media ini juga menjadi wadah bagi perempuan untuk menyampaikan persoalan dan permasalahan yang terjadi kepada pemerintah. Setiap gagasan dan persoalan yang terjadi pasti akan ditindaklanjuti oleh Pemkab,” ucapnya mengutip Madurapost Minggu (13/08/2026)

Menurut Arif, PosCurhat nantinya tidak hanya menjadi tempat menampung keluhan, tetapi juga instrumen untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan pengarusutamaan gender di tingkat daerah.

“Media ini nanti akan tersedia di seluruh desa. Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman dan adil untuk menjamin kesetaraan hak seluruh masyarakat, terutama perempuan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, PosCurhat sebenarnya bukan fasilitas yang baru diperkenalkan Pemkab Sumenep. Program tersebut sebelumnya sudah pernah diterapkan di sejumlah desa, namun dalam perjalanannya tidak lagi berjalan secara optimal.

Baca Juga:  Wakapolri Tinjau Pembangunan SPPG Polri Polda Jateng

“PosCurhat pernah berjalan di sejumlah desa, tapi tidak aktif dalam perkembangannya. Oleh karena itu, kami rasa perlu untuk menghidupkan kembali fasilitas ini agar fungsinya dapat dirasakan masyarakat,” terangnya.

Arif berharap keberadaan PosCurhat mampu mendorong warga lebih aktif mengambil bagian dalam proses pembangunan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi turut menyampaikan gagasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah.

“Kami berharap PosCurhat menjadi media komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Sumenep yang lebih inklusif,” tandasnya

Bappeda Sumenep berharap PosCurhat mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, termasuk perempuan, dalam menyampaikan aspirasi untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan sesuai kebutuhan warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *