Tausiah Shubuh, Kapolres Lhokseumawe Ajak Warga Syukuri Kemerdekaan dan Rawat 21 Tahun Perdamaian Aceh

LHOKSEUMAWE ( DetikPost.id ) – Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., mengajak masyarakat untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT, menjaga perdamaian Aceh, serta mengisi kemerdekaan dengan perbuatan yang bermanfaat. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi penceramah dalam kegiatan Syi’ar Mahabbah Shubuh (SMS) di Masjid Babut Taqwa, Mapolres Lhokseumawe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut bertepatan dengan Ahad, 3 Rabiul Awal 1448 Hijriah, serta sehari setelah peringatan Hari Damai Aceh ke-21 dan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam tausiahnya, Kapolres menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan nikmat dan anugerah besar dari Allah SWT. Selama 81 tahun, bangsa Indonesia telah terbebas dari penjajahan, tekanan dan intimidasi yang dahulu dirasakan oleh para pendahulu bangsa.

Besok kita akan memperingati 81 tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ini merupakan suatu anugerah yang diberikan Allah SWT, sehingga bangsa ini terbebas dari penjajahan. Ini rezeki dan nikmat yang tak terhingga,” ujar Kapolres.

Namun, menurutnya, momentum kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati secara seremonial. Masyarakat perlu melakukan introspeksi dengan bertanya kepada diri sendiri, sejauh mana kemerdekaan tersebut telah diisi dan apakah nikmat kemerdekaan sudah benar-benar disyukuri.

Sudah 81 tahun kita merdeka. Apa yang sudah kita isi? Apakah kita sudah bersyukur, atau 81 tahun ini hanya lewat begitu saja?” ungkapnya.

Kapolres kemudian mengaitkan nikmat kemerdekaan dengan perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun. Ia menyebut perdamaian yang terwujud pada 15 Agustus 2005 juga merupakan anugerah Allah SWT yang harus dijaga dan disyukuri.

Sekian lamanya konflik di Aceh, tetapi pada 15 Agustus 2005 Allah memberikan anugerah perdamaian. Dengan perdamaian itu, masyarakat Aceh bisa melaksanakan ibadah dengan aman. Nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita ini patut kita syukuri,” katanya.

Baca Juga:  Polsek Ngadirojo Kawal Sekolah Lapang Kakao, Wujud Dukungan Polri pada Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Petani

Kapolres mengingatkan jamaah mengenai janji Allah SWT bahwa setiap nikmat yang disyukuri akan ditambah, sedangkan mengingkari nikmat merupakan bentuk kekufuran yang memiliki konsekuensi.

Ia mengajak masyarakat membuktikan rasa syukur bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga dengan menggunakan nikmat berupa rezeki, kesehatan, waktu dan kesempatan untuk hal-hal yang diridai Allah SWT

Rezeki dari Allah hendaknya dipergunakan sebagaimana mestinya. Jangan digunakan untuk hal-hal yang haram, seperti perjudian dan kemaksiatan. Kalau kita diberikan kelonggaran rezeki, silakan bersedekah dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya.

Dalam tausiahnya, Kapolres juga mengingatkan bahwa salah satu sifat manusia adalah mudah merasa tidak cukup terhadap apa yang telah dimiliki.

Ia menyampaikan kisah dalam sebuah riwayat tentang manusia yang diberikan satu bukit emas, tetapi masih menginginkan bukit emas lainnya. Hal tersebut menggambarkan bahwa keinginan manusia sering kali tidak memiliki batas.

Manusia pada kodratnya tidak pernah merasa cukup. Keinginan selalu berada di atas kemampuan, bahkan keinginan terkadang lebih besar daripada kebutuhan. Padahal Allah SWT telah memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan,” ujarnya.

Karena itu, Kapolres mengajak jamaah untuk belajar merasa cukup, memperbanyak syukur dan tidak menjadikan harta sebagai tujuan utama kehidupan.

Sejatinya saya mengajak jamaah untuk selalu bersyukur dan selalu mengingat Allah SWT. Apa yang kita dapat hari ini, bahkan detik ini, kalau Allah mau mencabutnya, tidak membutuhkan waktu lama,” tuturnya.

Kapolres juga mengajak jamaah untuk menyadari bahwa kehidupan di dunia memiliki batas. Setiap hari yang dilalui pada hakikatnya membuat usia manusia semakin berkurang dan semakin dekat dengan kehidupan akhirat.

Baca Juga:  Dua hari Tidak Pulang Rumah, Seorang Lansia ditemukan Meninggal dalam Sumur

Umur kita semakin berkurang, semakin dekat kita dengan akhirat, semakin dekat kita dengan Allah SWT. Karena itu, waktu yang diberikan harus kita pergunakan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan bekal dalam melanjutkan perjalanan berikutnya,” katanya.

Menurutnya, rasa syukur juga dapat diwujudkan dengan memperbanyak ibadah dan memakmurkan masjid. Ia mengajak jamaah untuk mengajak keluarga, tetangga dan masyarakat di sekitarnya agar terus meramaikan masjid.

Salat berjamaah merupakan karunia Allah. Allah memberikan rezeki, kesempatan dan kesehatan kepada kita sehingga kita bisa melangkahkan kaki ke masjid. Allah juga memberikan nikmat iman. Maka, nikmat mana lagi yang kita dustakan?” ujar Kapolres.

Ia bahkan mengajak jamaah untuk merenungkan nikmat kesehatan yang sering kali tidak disadari, seperti jantung yang terus berdetak dan mata yang terus berkedip.

Pernahkah jamaah menghitung dalam satu hari berapa kali jantung kita berdetak? Pernahkah menghitung berapa kali mata kita berkedip? Kalau jantung sudah tidak berdetak, kita tidak akan hadir di sini. Kalau mata tidak berkedip, kita juga tidak bisa menikmati kehidupan. Semua itu nikmat Allah yang wajib kita syukuri,” ungkapnya.

Mengakhiri tausiahnya, Kapolres mengajak seluruh jamaah untuk terus memperkuat keimanan, menjaga perdamaian, mengisi kemerdekaan dengan kebaikan, menggunakan rezeki di jalan yang benar serta terus memakmurkan masjid.

Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan pada pagi hari ini bisa bermanfaat bagi jamaah sekalian, terutama bagi saya sendiri. Mari kita terus bersyukur, mengingat Allah SWT dan bersama-sama meramaikan serta memakmurkan masjid,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *