Sampang – detikpost.id – Pelaku Jasa penyebrangan perahu di Bu’pote Sreseh – Pangarengan mengeluh, pasalnya pendapatan angkut jasa penyeberangan kini sepi penumpang, sementara harga bahan bakar minyak( BBM) kian melambung, Kamis ( 16/07/2026 ).
Salah satu pemilik perahu, Goffar, mengatakan pada media ini, pendapatan dari hasil jasa penyeberangan selalu tidak menentu mas, kadang ramai kadang sepi, tergantung musim dan rezeki.
“Pendapatan dari jasa penyeberangan untuk bulan bulan ini agak sepi mas, ramai tidaknya penumpang tergantung musiman juga, artinya penumpang banyak ketika memasuki bulan bulan tertentu, semisal musim orang hajatan atau mantenan dan juga tergantung rezekinya pula,” tuturnya dengan nada sedih.
Lanjut dia, yang saya pikirkan adalah anak istri yang dirumah, kalau saya mas pasrah pada yang diatas. Namun saya percaya bahwa Alloh itu maha adil, insyaallah, semasih kita berusaha, rezeki itu pasti ada.
“Kalau saya mas, urusan rezeki, pasrah pada yang diatas saja,” ucapnya.
Sementara, nelayan jasa angkut yang lain, Seneri, mengatakan, bulan bulan ini penghasilan dari jasa angkut perahu sreseh pengarengan agak sepi mas, namun kalau begini terus, bisa bisa anak istri di rumah menjerit.
” kalau terus sepi penumpang kayak gini terus mas, anak istri di rumah bisa menjerit,” tuturnya.
Kemudian, lanjut nya, kami juga berharap kepada pemerintah daerah, agar mau memperhatikan nasib kami, nelayan jasa angkut.
” Kami berharap, pemerintah daerah bisa memberikan solusi serta memperhatikan nasib kami,” ucapnya.
Sementara, PJ kades Sreseh Ibrahim S.Ag, saat di konfirmasi oleh media ini mengatakan, bahwa sepinya penumpang atau masyarakat yang mau melewati jasa angkut penyeberangan Sreseh – Pangarengan di sebabkan karena infrastruktur jalannya yang rusak.
“Sepinya penumpang di jasa penyeberang dermaga sreseh Pangarengan faktor utamanya infrastruktur jalannya yang rusak parah,” tuturnya.
Lebih lanjut, PJ kades Sreseh ini mengungkapkan bahwa pemerintah desa sebenarnya sudah pernah memberikan himbauan kepada masyarakat dan juga mempromosikan agar masyarakat yang mau ke sampang di anjurkan lewat jasa penyeberangan.
” Kami juga pernah mempromosi kepada masyarakat terkait dermaga penyeberangan Sreseh – Pangarengan, namun karena kendala infrastruktur jalannya rusak, jadi malas yang mau lewat,” pungkasnya.
Penulis : Soleh
Editor : redaksi
Sumber: detikpost.id

