SAMPANG, Detikpost.id – Ketimpangan pelayanan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik di Jalan Raya Torjun kembali menuai sorotan publik. Minimnya fasilitas penerangan di jalur tersebut dinilai berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas, bahkan hingga menyebabkan korban jiwa. Rabu (25/03/2026)
Kondisi ini dikeluhkan warga sekitar maupun para pengendara yang kerap melintasi jalan tersebut. Selain padatnya arus lalu lintas, tingginya mobilitas masyarakat di kawasan itu dinilai tidak diimbangi dengan ketersediaan PJU yang memadai, terutama pada malam hari.
Baca Juga: Keluarga Empat Saudara Bin ABD. Rasyid, Nikmati Kebersamaan di Arek Lancor
Nurrahmat, warga di lingkungan Jalan Raya Torjun, mengatakan bahwa kondisi jalan yang gelap sangat membahayakan pengguna jalan.
“Kalau malam hari banyak titik yang gelap, pengendara jadi susah melihat. Ini yang sering jadi penyebab kecelakaan,” ujarnya. Rabu (25/03/2026)
Hal senada disampaikan Arif, salah satu pengendara. Ia mengaku was-was setiap kali melintasi jalur tersebut pada malam hari.
“Apalagi kalau kendaraan ramai, lampu jalan minim, itu sangat berisiko. Harusnya ada perhatian serius dari pemerintah,” ungkapnya. Rabu (25/03/2026)
Warga berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sampang melalui instansi terkait segera melakukan perbaikan dan pemerataan fasilitas PJU di sepanjang Jalan Raya Torjun guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Panglima TNI Pimpin Penyerahan dan Pelantikan Jabatan di Lingkungan TNI
Hingga berita ini diturunkan, pihak instansi terkait di lingkungan Pemda Kabupaten Sampang belum berhasil dikonfirmasi karena keterbatasan akses komunikasi.



