ACEH UTARA ( DETIK POST.ID ) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, mengangkat bicara dengan tegas terkait oknum-oknum yang membongkar tenda pengungsian di Aceh Utara. Rimung Buloh juga merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di wilayah Pasee.
Masih banyak masyarakat pengungsi banjir yang belum mendapatkan rumah hunian sementara (Huntara) dan masih tinggal di tenda darurat. Kenapa ada oknum yang berani bongkar tenda yang jelas bertuliskan BNPB dan bantuan pemerintah lainnya?” ujar Rimung Buloh.
Ia menjelaskan bahwa dirinya juga pernah menjadi bagian dari perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di wilayah Pasee. “Saya juga pernah berjuang untuk Aceh, jadi sangat memahami kondisi masyarakat yang terkena musibah. Tenda bantuan pemerintah adalah hak mereka, tidak boleh diambil oleh siapapun,” jelasnya.
Rimung Buloh meminta kepada Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, S.E., M.M. agar segera mengambil tindakan. “Mohon Bupati Ayah Wa, tolong dilarang oknum yang membongkar tenda pengungsi yang belum punya Huntara. Jangan sampai diganggu,” tegasnya.
Menurutnya, video pembongkaran tenda sudah viral di masyarakat. “Video udah viral kemana-mana, tapi kenapa pihak berwenang masih diam? Tenda itu bukan untuk diambil orang lain, itu hak masyarakat yang terkena banjir,” jelas Rimung Buloh.
Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa di Kecamatan Langkahan banyak tenda pengungsi yang dibongkar, diduga oknum TNI terlibat. “Padahal pemerintah sudah menyediakan Huntara untuk semua pengungsi yang tinggal di tenda dan geubuk. Kenapa tenda BNPB yang sudah ada malah dibongkar?” tandasnya.
Rimung Buloh, yang juga mantan anggota GAM di wilayah Pasee, menegaskan akan terus mengawasi perkembangan kasus ini. “Tenda dari pemerintah khusus untuk korban banjir – jangan sampai diambil oleh pihak yang tidak berhak,” pungkasnya.
Penulis>{ Sur }















