Ketua JWI Aceh Timur Minta Rehab–Rekon Pasca Banjir Dikawal Ketat

Aceh Timur ( DETIK POST.ID )— Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Aceh Timur, Hendrika Saputra, A.Md, meminta seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab–rekon) pasca banjir di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Timur, dikawal secara ketat dan transparan agar tepat sasaran dan bebas dari praktik penyimpangan.

 

Permintaan tersebut disampaikan Hendrika menyikapi kondisi pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, yang mengakibatkan kerusakan rumah warga, infrastruktur, serta lumpuhnya perekonomian masyarakat.

 

Menurut Hendrika, pengawalan harus dilakukan sejak tahap pendataan korban, penetapan penerima bantuan, hingga realisasi anggaran dan pelaksanaan pembangunan fisik.

 

Rehab dan rekon pasca banjir jangan dijadikan ladang kepentingan. Korban banjir harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar angka di laporan. JWI Aceh Timur siap mengawal proses ini sampai tuntas,” tegas Hendrika, Kamis (8/11/2025).

Baca Juga:  Zakaria Efendi Sampaikan Permohonan Maaf Resmi kepada Pemerintah Gampong Jawa

 

Ia menilai, lemahnya pengawasan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari data penerima bantuan yang tidak valid, bantuan tidak tepat sasaran, hingga proyek pembangunan yang asal jadi.

 

Hendrika juga mendesak pemerintah daerah, DPRK Aceh Timur, dan instansi terkait untuk membuka informasi kepada publik, termasuk besaran anggaran rehab–rekon, sumber dana, daftar penerima bantuan, serta progres pekerjaan di lapangan.

 

Transparansi itu wajib. Kalau data dan anggaran tertutup, wajar publik curiga. Jangan sampai korban banjir menjadi korban dua kali,” ujarnya.

Baca Juga:  Polsek Selogiri Polres Wonogiri Dukung Penghijauan, 100 Pohon Beringin Ditanam di Lahan Perhutani

 

Selain itu, JWI Aceh Timur meminta Inspektorat dan aparat penegak hukum aktif melakukan pengawasan, serta menindak tegas oknum yang terbukti melakukan manipulasi data atau penyalahgunaan anggaran.

 

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Hendrika menekankan pentingnya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, seperti bantuan modal usaha, alat kerja, bibit pertanian, dan dukungan bagi pelaku UMKM.

“Bukan cuma bangun rumah dan jalan, tapi juga bagaimana masyarakat bisa kembali hidup dan bekerja. Itu esensi rehab–rekon,” pungkasnya.

 

JWI Aceh Timur menyatakan siap bersinergi sekaligus bersikap kritis, demi memastikan seluruh proses pemulihan pasca banjir berjalan adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.

 

penulis{ rimung }

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *