Banda Aceh, ( DETIK POST.ID ) 28 Desember 2025 – Ketua DPD APPI Aceh Utara, Muhammad alias Rimung Buloh, MELANCARKAN TANTANGAN KERAS kepada PARA BUPATI di seluruh wilayah terdampak banjir: PECAT camat yang MALAS turun lapangan dan MEMBIARKAN laporan banjir PALSU! Ia menegaskan bahwa peran camat sebagai kunci penanganan bencana telah GAGAL, dan kebiasaan mereka hanya bersandar pada laporan Kades tanpa verifikasi adalah KELALAIAN yang MERUGIKAN warga yang benar-benar MENDERITA!
Jangan sampai camat hanya DUDUK NYAMAN di kantor, MINUM TEH, dan MENUNGGU kertas laporan dari Kades! Itu BUKAN CARA MEMIMPIN! Ada yang SEBENARNYA TIDAK TERKENA BANJIR sama sekali, tapi laporan nya dibuat SEOLAH-OLAH terkena PARAH — semuanya hanya untuk bisa AMBIL BANTUAN BANJIR! Padahal, bantuan ini BUKAN untuk semua desa, tapi hanya untuk yang BENAR-BENAR kena bencana banjir!” ujar Rimung Buloh dengan nada TEGAS.
Ia mengungkapkan KEPRIHATINAN mendalam terhadap praktik palsuan laporan yang semakin MARAK, di mana sebagian Kades memanfaatkan situasi bencana untuk mendapatkan bantuan yang seharusnya diberikan kepada mereka yang BENAR-BENAR TERKENA MUSIBAH! “Ada gampung yang JELAS-JELAS TIDAK KENA AIR sama sekali, tapi MALAH TERCATAT sebagai daerah TERDAMPAK! Sementara itu, ada warga lain yang RUMAHNYA HANCUR TOTAL, hanya menyisakan baju yang dikenakan di tubuh, tapi bantuan TIDAK PERNAH SAMPAI ke tangan mereka! Ini adalah KETIDAKADILAN yang PARAH!” tegasnya.
Rimung Buloh juga menjelaskan kebutuhan PALING MENDESAK warga yang terkena banjir: “Masyarakat sangat BUTUH tanda (bahan bangunan sederhana seperti bambu, rotan, atap genteng ringan) biar bisa buat geubuk darurat sendiri, juga kelembu (sembako), dan komphor (minyak tanah) serta tabung (untuk memasak) biar warga sebagian bisa masak sendiri.”
Ia menekankan bahwa KELALAIAN camat yang TIDAK MAU TURUN LAPANGAN adalah AKAR MASALAH dari semua ini! “Camat HARUS TURUN ke lapangan, LIHAT SENDIRI situasi yang sebenarnya dan apa yang benar-benar dibutuhkan warga! Jangan TAKUT KENA LUMPUR, jangan TAKUT sepatu yang berkilat jadi KOTOR! Apa gunanya SEPATU BERKILAT kalau HATI TIDAK BERSIH dan TIDAK PEDULI pada kesusahan warga?” katanya.
Ia kemudian MENANTANG PARA BUPATI untuk mengambil tindakan TEGAS! “Saya minta kepada PARA BUPATI: PERIKSA camat-camat yang tidak mau turun lapangan! Jika mereka BIARKAN laporan PALSU berlangsung dan bantuan tidak sampai ke yang tepat, PECATLAH MEREKA! Warga TIDAK BUTUH pejabat yang hanya DUDUK DI KANTOR dan TIDAK BERTANGGUNG JAWAB!” pungkasnya.
Panggilan tantangan Rimung Buloh ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi para bupati untuk menindak tegas dan meningkatkan kinerja pejabat kecamatan. Banyak pihak berharap langkah ini dapat mengakhiri praktik palsuan laporan dan memastikan warga yang terkena dampak banjir benar-benar mendapatkan pertolongan yang LAYAK, TEPAT WAKTU, dan SESUAI KEBUTUHAN.;
penulis>>{ surya }

